Senin, Februari 9, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Kaltara

Groundbreaking KIPI Kaltara, Awal Baru Perjalanan Panjang Industri Hijau Indonesia

Redaksi HeadlineKu by Redaksi HeadlineKu
22 Desember 2021
in Kaltara, Pemerintahan
Share on FacebookShare on Twitter

Tana Kuning-Melanjutkan aksinya dalam kunjungan kedua di Kalimantan Utara (Kaltara) pada 10 bulan pertama masa kepemimpinan Gubernur Zainal A. Paliwang dan Wakil Gubernur Yansen TP, Presiden Joko Widodo menginjakan kaki di Kabupaten Bulungan dalam acara Groundbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia.

Orang nomor satu di Indonesia ini melakukan kunjungannya dengan didampingi oleh Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang sebelumnya juga telah melakukan peninjauan bersama Gubernur Zainal dan Bupati Bulungan, Syarwani beberapa waktu lalu.

“Kesadaran dunia internasional terhadap ekonomi hijau saat ini semakin tinggi, sehingga ini dapat berpengaruh pada perekonomian Indonesia di masa mendatang. Permintaan atas produk hijau yang semakin meningkat di pasar nasional maupun global,” ujar Garibaldi Thohir saat mengawali sambutan pada kegiatan di Tana Kuning, Selasa (21/12).

Ketua Konsorsium Indonesia ini mengaku bahwa sumber daya alam di Indonesia, khususnya Kaltara merupakan suatu hal yang wajib untuk disyukuri. Menurutnya kekayaan tersebut dapat menjadi modal untuk meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam negeri.

Selain itu, Menko Marves mengaku bahwa pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Kaltara bukan suatu hal yang mudah. Ini dilihat dari perencanaan pembagunan kawasan industri sejak tahun 2015 lalu dan hingga tahun 2018 tidak terlihat perkembangan yang signifikan.

“Hanya ada perpanjang izin saja dari tahun ke tahun, setelah kami pelajari permasalahan yang dihadapi adalah permasalahan antara telur dan ayam. Investor industri yang mau masuk ke wilayah ini bersedia berinvestasi kalau PLTA sudah dibangun, sementara di sisi lain investor dari PLTA hanya mau membangun jika sudah ada kepastian optiker pembeli listrinya. Jadi ini terus berputar-putar, akhirnya pembangunan tidak maju-maju,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan KIPI membutuhkan tekad keberanian yang diimbangi dengan kemampuan eksekusi serta kekuatan finansial yang besar agar dapat merealisasikan PLTA dan kawasan industri yang mendapatkan dukungan langsung dari Presiden Jokowi.

“Pada tahun 2019 kami mulai melakukan penjajakan serius terhadap pengembangan kawasan ini, atas perintah dari Bapak Presiden kami melakukan roadshow ke Amerika Serikat, Eropa, Uni Emirat Arab, dan Tiongkok untuk dapat menawarkan potensi investasi di wilayah Kaltara ini,” ujar pria kelahiran Sumatera Utara tersebut.

Kunjungan tersebut membuahkan hal yang baik, hal ini terlihat dari kesedian para investor tersebut dalam membangun solar panel serta PLTU untuk digunakan selama 10-15 tahun ke depan selama periode transisi pembangunan dari PLTA.

Konsep kawasan industri hijau ini akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia dan dibangun dengan konsep ramah lingkungan serta memiliki keunggulan geostrategis untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lainnya yang memiliki nilai tinggi dan daya saing internasional.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa sekarang Indonesia akan masuk pada hilirisasi pada industrialisasi bahan-bahan mentah, ia menegaskan bahwa ke depannya sebagian besar ekspor dari Kaltara akan berbentuk bahan setengah jadi atau produk jadi agar dapat memberi nilai tambah dan edit value yang besar bagi Indonesia.

“Ini adalah lompatan katak yang ingin kita lakukan agar kelihatan manfaatnya secara nyata pada lima hingga sepuluh tahun mendatang, nanti kita lihat. Saya minta kepada menteri, gubernur, dan bupati untuk melakukan persiapan SDM dalam mendukung kawasan industri ini,” ujar Presiden.

Ia mengaku sangat menyukai pembangunan kawasan industri yang menggunakan teknologi mutakhir dan menghasilkan sodium-ion, lithium-ion, semikonduktor, petrochemical, serta turunannya untuk dapat menghasilkan produk-produk yang menjadi gaya hidup masyarakat.

“Semua akan muncul dari Kaltara, selain itu ini akan menjadi kerja sama besar antara investor Indonesia dengan investor Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan sebagainya. Semua akan bergabung, kita harapkan ini mejadi industri hijau terbesar di dunia,” ujarnya menggugat luas wilayah industri yang sudah mencapai 16.412 hektare dari target 30.000 hektare tersebut.

Ia meminta seluruh pihak terkait untuk mengawal keberlangsungan industri tersebut agar dapat kondusif sehingga investasi dapat memberi percepatan pembangunan. Presiden Jokowi menekankan agar pemerintah dapat menghindari persoalan serta tidak menunggu terlalu lama terkait ijin-ijin untuk menunjukan keseriusan pembangunan kawasan tersebut.

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan Dokumen Pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia oleh Gubernur Kaltara dan Bupati Bulungan, penandatanganan Letter of Intent oleh 10 perwakilan dari perusahaan investor, dan penekanan tombol sirine oleh Presiden Jokowi sebagai tanda groundbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia.

Terkait kunjungan pria kelahiran Surakarta ini, Gubernur Zainal mengaku sangat berterima kasih. Hal ini karena kesediaan Presiden Jokowi untuk melirik Kaltara sebagai tempat pembangunan kawasan industri hijau terbesar di dunia, ia berharap ke depannya masyarakat di Kaltara dapat menerima dampak positif.

“Harapan utama adalah dapat mensejahterakan masyarakat Kaltara dan dapat merekrut tenaga-tenaga lokal maupun perusahaan lokal dalam pelaksanaan kegiatan KIPI. Selain itu, pembagian sertifikat lahan tambak hari ini telah terlaksana sesuai dengan janji politik saya dulu,” ungkap Gubernur Zainal saat diwawancarai.

“Semua ini dapat terlaksana karena dukungan Bapak Presiden dan Menteri ATR-BPN, hingga hari ini akhirnya dapat terealisasikan. InsyaAllah tahun depan dibuat lagi sertifikat yang sama bagi pemilik tambak yang belum memiliki sertifikat. Jadi diharapkan masyarakat yang lahan tambaknya belum tersertifikasi agar dapat segera mendaftarkan di badan pertahanan setiap kabupaten/kota,” pungkasnya.

Previous Post

Presiden Jokowi Serahkan Sertifikat Tambak bagi Masyarakat di Kalimantan Utara

Next Post

Triwulan III 2021, Capaian pertumbuhan ekonomi Kaltara naik 5,24 Persen

Redaksi HeadlineKu

Redaksi HeadlineKu

Next Post

Triwulan III 2021, Capaian pertumbuhan ekonomi Kaltara naik 5,24 Persen

Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Laksanakan Intruksi Presiden, TNI-Polri Laksanakan Kurve di Kelurahan Selumit Pantai

9 Februari 2026

Pemuda Asal Malinau Ditemukan Meninggal di Kamar Kost, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

8 Februari 2026

Wali Murid di SMK Negeri 4 Tarakan Keluhan Penggunaan Bekas Gudang Menjadi Kelas

7 Februari 2026

Berstatus Multiyears, Pemindahan Puspem Kota Tarakan “Bakar Duit” Rp 400 Milliar

7 Februari 2026

Recent News

Laksanakan Intruksi Presiden, TNI-Polri Laksanakan Kurve di Kelurahan Selumit Pantai

9 Februari 2026

Pemuda Asal Malinau Ditemukan Meninggal di Kamar Kost, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

8 Februari 2026

Wali Murid di SMK Negeri 4 Tarakan Keluhan Penggunaan Bekas Gudang Menjadi Kelas

7 Februari 2026

Berstatus Multiyears, Pemindahan Puspem Kota Tarakan “Bakar Duit” Rp 400 Milliar

7 Februari 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com