TARAKAN – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD PKS Tarakan, Bahar memprediksi tiga caleg yang terpilih pada Pileg 14 Februari 2024 lalu, akan tergantikan di Pemungutan Suara Ulang (PSU).
Prediksi itu didasari pada dinamika politik yang terjadi saat ini. Ada beberapa alasan yang mendasari prediksi tersebut. Pertama, adanya kekecewaan masyarakat atas berubahnya sikap caleg usai terpilih.
“Prediksiku dari delapan yang ada itu akan ada tiga yang berganti,” kata Bahar di Tarakan, pada Kamis 11 Juli 2024.
“Pasca Pileg 14 Februari lalu, belum dilantik saja sudah ada perubahan karakteristik. Lebaran tidak ada di rumahnya, itu misalkanya. Ada lagi pada saat sebelum kampanye lancar bersosialisasi, ketika sudah terpilih tiba-tiba berubah,” tuturnya.
Kedua, menurut Bahar, politik tidak lepas dari mempertahankan ide dan gagasan yang disebutnya sebagai logistik.
Pasca pelaksanaan Pileg lalu, banyak caleg yang terkuras, baik dari sisi ide, gagasan maupun logistiknya. Alhasil, banyak caleg yang tidak bisa maksimal dalam pelaksanaan PSU.
Menurutnya, tidak ada peristiwa yang terjadi secara kebetulan, sebab segala sesuatunya merupakan skenario dari Allah SWT, termasuk PSU. Menjelang H-2 pelaksanaan PSU, ia pun berharap dapat menjadi momentum masyarakat untuk kembali menyakinkan pilihan calegnya.
“PSU ini bisa jadi rahmat bagi orang-orang di Tarakan Tengah untuk meyakinkan kembali pilihannya,” katanya.
Bahar yang juga salah satu Caleg Tarakan Tengah ini juga berharap, PSU pada 13 Juli 2024 ini menjadi yang pertama sekaligus terakhir. Untuk itu, ia berharap seluruh penyelenggara dan pengawas Pemilu agar bekerja maksimal sehingga tidak ada lagi PSU.