TARAKAN – Setelag menyelesaikannya kepengurusan 2020 – 2025 kini Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan penyegaran melalui Pemilihan Raya (Pemira) kepengurusan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) masa bakti 2025-2030. Pemira yang dilaksanakan serentak se-Indonesia menerapkan sistem aplikasi E-sip PKS. Adapun kepengurusan untuk tahun 2025-2030 yakni Ketua MPW : M. Nasir,
Sekertaris : Slamet Haryanto
Ketua DSW : Agus Winarno
Sekertris DSW :Syafaruddin
Ketua DPW : Asep Mahmudin
Sek DPW :M. Khoiruddin
Bendahara DPW : Slamet Widodo
Bidang Kaderisasi :Darmanto.
Saat diwawancara, ketua Ketua DPW Kaltraa Asep Mahmudin menerangkan,Mekanisme pemilihan anggota DPTW dan DPTD ini, sudah diatur dalam AD/ART partai dan juga dalam pedoman dan panduan yqng telah dibuat oleh panitia DPP PKS. Dalam pelaksanaan pemilihan yang memakai aplikasi tersebut, UPA pelopor memilih 8 orang anggota DPTW dan 8 orang anggota DPTD. hasil pemilihan langsung masuk di panitia pusat untuk menentukan siapa 8 besar yang masuk Anggota DPTW dan siapa 8 besar masuk anggota DPTD.
“Selama proses pemilihan via aplikasi alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tidak ada dinamika, bebernya.
Sedangkan untuk pengurus DPTD masih proses pemilihan struktur di PKS, nantinya akan diadakan pemilihan raya secara Nasional, untuk memilih anggota DPTW dan DPTD se Indonesia periode 2025 – 2030, termasuk di dalamnya memilih DPTW PKS Kaltara dan DPTD PKS Sekaltara yg pemilihannya melalu aplikasi oleh Unit pembinaan anggota (UPA) jenjang pelopor ( UPA Utama, UPA, dewasa, UPA Madya),” ujarnya.
Lanjutnya, pertimbangan terpilihnya pengurus baru, hal tersebut dilakukan oleh pengurus DPP PKS dan pengurus DPTW dan DPTD yg terpilih berdasarkan hasil 8 besar nama yang muncul di sistem e-sip.PKS, yang merupakan pilihan dari hasil musyawarah mufakat di masing-masing UPA dan mempertimbangkan regenerasi dan usia para pengurusnya.
Asep Mahmudin juga menambahkan, terkait untuk target setelah kepengurusan yang baru ini, tentunya akan melanjutkan cita-cita dari kepengurusan yang lama, yaitu : bisa mengantarkan 1 kursi di DPR RI, bertambahnya kursi dewan di kokab, masuk jajaran pimpinan DPRD Provinsi dan Kokab, serta pecah telur utk kursi dewan di kabupaten tana tidung.
“Bagi kader yg tidak terpilih lagi tentunya tetap aktif dan suport dengan kepengurusan yang baru, karena di PKS kader- kadernya bekerja dan berjuang bukan karena dia berada atau tidaknya di struktur. Para pengurus yang baru tentunya akan terus melibatkan peran dan pemikiran dari para pengurus sebelumnya,” terang Asep Mahmudin.
Adapuan Kriteria khusus untuk pengurus tingkat DPTW jenjang keanggotaannya, akna diutamakan anggota utama dan tingkat DPTD, dengan jenjang keanggotaannya minimal anggota dewasa. Selain jenjang keanggotaan, tentunya semua anggota di DPTW dan DPTD sudah melalui tahapan yang panjang yaitu melalui pembinaan rutin tiap pekannya.
“Strategi dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada nanti, karena PKS merupakan partai kader, maka yang akan dilakukan di 2 tahun ke depan adalah dengan memaksimalkan rekrutmen dan pembinaan utk anggota baru yang akan memperkuat partai. Dua tahun selanjutnya persiapan pemilu dan pilkada. Menyiapkan BCAD sejak dini yang punya potensi dan melakukan komunikasi dengan semua partai politik yang ada di Kokab.
Menurut Asep Mahmudin, struktur ini tentunya yang sudah dilakukan secara berjenjang dan melalui tahapan- tahpaan yang cukup panjang, sehingga menghasilkan struktur yang baru diharapkan menghasilkan struktur yang ideal. Dalam struktur tiap anggota punya kekurangan dan kelebihannya, sehingga antar anggota dalam struktur akan saling melengkapi dan menyempurnakan.
“Saya berharap dengan pengurus baru ini, dapat melanjutkan cita- cita dan target yang tertunda dan meningkatkan capaian selama 5 tahun ke depan. Kader2 tetap solid, serta Jumlah anggota terus tumbuh, bahkan jumlah anggota dewan juga ikut bertambah, biak itu kader yang masuk di jajaran eksekutif, dan bisa mengantarkan perwakilan DPR RI ke senayan,”tutupnya.













