TARAKAN – Sebanyak tiga kelompok tani di Kalimantan Utara (Kaltara) terpilih mendapatkan program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal itu disampaikan Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau yang diwakili Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan DAS, Suhanafi.
Dari tiga kelompok tani yang mendapatkan program KBR, dua kelompok tani berada di Tarakan yang menangani terkait pelestarian mangrove.
“Untuk tahun ini, sesuai arahan pimpinan ada dua unit KBR yang kami sampaikan di Tarakan. Untuk di Kaltara ada tiga unit keseluruhan. Satu lagi di daerah Sebatik tapi bukan kegiatan mangprove, itu LHR. Jadi tiga unit KBR,” Katanya.
Dijelaskan, dalam program ini, Kementerian Kehutanan memberikan bantuan berupa anggaran masing-masing Rp 100 juta, untuk mendukung kegiatan KBR yang dilakukan kelompok tani.
Pencairannya dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama dicairkan 40 persen, tahap kedua 30 persen dan jumlah yang sama untuk tahap ketiga.
Menurutnya, program tersebut sedang berjalan. Pihaknya juga memberikan pendampingan. Mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan pembibitan hingga penanaman.
Disamping itu, pihaknya juga memberikan bimbingan teknis. Seperti yang digelar beberapa hari lalu, berkolaborasi bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hasan Saleh di Kantor Tenaga Ahli dan Staf Administrasinya di Tarakan, Kalimantan Utara.
Dengan demikian diharapkan kelompok tani memahami program tersebut baik secara administrasi maupun teknis pelaksanaan. Ia berharap setelah disosialisasikan, kelompok tani memahami cara pembibitan dan penanaman yang benar sehingga kegiatan KBR berjalan sukses dan mangrove semakin lestari di Tarakan.
Selain itu, dengan suksesnya kegiatan KBR di Tarakan, diharapkan bisa menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya untuk melakukan pembibitan serupa.













