TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat terdapat 36 titik pohon tumbang, banjir dan bangunan rusak, dampak cuaca ekstrem yang melanda Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Cuaca ekstrem melanda Tarakan pada Rabu malam (8/10/2025). Angin kencang disertai hujan lebat membuat sejumlah pohon tumbang, banjir maupun bangunanrusak terjadi di beberapa titik
BPBD Tarakan mencatat terdapat 36 titik bencana. Paling banyak pohon tumbang.
“Berdasarkan data terakhir yang dikumpulkan bagian informasi BPBD Tarakan itu ada 36 titik. Yang terbanyak Pohon tumbang. Banjir itu ada 4 titik, ada di Karang Anyar, daerah Pamusian keseluruhan, Kampung Enam dan Kampung empat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, Yonsep.
“Bangunan rusak di jalan Kampung Bugis hampir 90% atapnya terbang. Ada beberapa fasilitas masyarakat juga, tapi dalam skala kecil seperti kanopi mereka. Ada juga rumah ambruk itu yang terbawa dengan rebahnya pohon,” sambung Yonsep, Kamis (9/10/2025).
Tim dari BPBD Tarakan telah melakukan upaya pasca bencana tersebut. Misalnya terhadap pohon tumbang, telah dilakukan pembersihan usai hujan reda.
Yonsep mengaku terdapat kerugian material yang ditimbulkan dari bencana ini. Namun jumlah masih dihitung oleh BPBD Tarakan. Yonsep juga menghimbau masyarakat untuk selalu waspada akan potensi cuaca ekstrem.
“Saya juga telah minta kepada masyarakat tetap Waspada karena potensi awan masih menyelimuti Kaltara,” harap Yonsep.













