TANJUNG SELOR-Komisi III DPRD Kaltara menginginkan adanya pemerataan pembangunan di Kaltara. Khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Salah satu prioritas yang disuarakan oleh Anggota Komisi III DPRD Kaltara Rismanto, adalah kondisi infrastruktur dasar di Nunukan, salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di mana, pembangunan di Nunukan masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
Politisi Partai NasDem dari Nunukan itu, menyampaikan, bahwa pembangunan infrastruktur di perbatasan tidak boleh hanya menjadi agenda rutin tahunan tanpa kemajuan nyata. Menurut Rismanto, sejumlah ruas jalan lintas kecamatan, akses menuju desa-desa terdalam, hingga fasilitas publik di kawasan strategis masih berada pada kondisi jauh dari ideal.
“Nunukan ini adalah beranda negara. Namun kenyataannya, banyak akses jalan vital masih rusak berat. Ini menjadi ironi di tengah semangat percepatan pembangunan nasional,” ujar Rismanto, Selasa (17/11/2025).
Ia menjelaskan, laporan mengenai kerusakan infrastruktur terus masuk ke Komisi III, baik dari Kecamatan Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Krayan Selatan, hingga kawasan pesisir Sebatik.
Alasan keterbatasan anggaran kerap menjadi jawaban berulang dari pemerintah daerah. Namun hal itu menurutnya, bukan lah sebuah alasan.
“Yang dibutuhkan sekarang bukan lagi alasan, tetapi roadmap dan komitmen yang jelas. Infrastruktur adalah penentu masa depan Nunukan,” tegas politisi Partai NasDem itu.













