TANJUNG SELOR – Wakil Ketua DPRD Kaltara, Muhammad Nasir, menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret usai digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama komunitas pengemudi online yang tergabung dalam SEPOI Kaltara dan instansi terkait.
Dimana RDP tersebut telah membahas sejumlah persoalan mendasar, mulai dari pendataan driver hingga evaluasi kebijakan tarif transportasi online di wilayah Kaltara.
Muhammad Nasir menilai bahwa langkah SEPOI Kaltara yang mulai memperkuat struktur organisasi dan melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh pengemudi online merupakan langkah maju yang patut diapresiasi.
Menurutnya, Pendataan yang valid merupakan kunci agar penyusunan regulasi dan kebijakan di kemudian hari tidak lagi berbasis asumsi.
Dalam hal ini, DPRD Kaltara berharap pendataan tersebut menjadi pijakan utama pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan transportasi digital yang tepat sasaran.
” Kita ingin hasil dari pertemuan ini tidak berhenti di meja rapat. Harus ada tindak lanjut yang nyata, baik dari sisi regulasi, pendataan, maupun kebijakan tarif yang lebih manusiawi,” ucap Muhammad Nasir, Jumat (14/11/2025).
Pihaknya menambahkan, seyogyanya persoalan tarif sering kali menjadi sumber keluhan para pengemudi online, terutama terkait besaran insentif dan potongan aplikasi.
Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan komunitas pengemudi online agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat, termasuk para pekerja transportasi digital yang bergantung pada pendapatan harian.













