Usulan penambahan anggaran untuk program Beasiswa Kaltara Unggul menjadi perhatian serius di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Semula dianggarkan sebesar Rp 15 Miliar, ada dorongan kuat untuk menaikkan alokasi tersebut sebesar Rp 5 Miliar, sehingga totalnya mencapai Rp 20 Miliar.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara, Syamsuddin Arfah, mengungkapkan usulan penambahan ini sebenarnya sudah menjadi permintaan sejak lama.
Syamsuddin Arfah menjelaskan permintaan penambahan anggaran minimum sebesar Rp 5 Miliar sudah diajukan sejak pembahasan untuk tahun anggaran 2025. Rencananya, penambahan serupa juga diusulkan untuk tahun 2026. Namun, kondisi keuangan daerah sedang mengalami tekanan.
”Sebenarnya permintaan penambahan itu kan dari 2015 minimal tuh ada tambahan Rp 5 miliar jadi Rp 20 miliar untuk 2025 ini. Untuk 2026 itu juga penambahan Rp 5 miliar, tapi kan kita memang kena tsunami TKD (Transfer ke Daerah),” ujar Syamsuddin, Jumat (28/11/25).
Mengingat kondisi anggaran saat ini, politisi PKS ini menyatakan fokus utama adalah bersifat defensif, yaitu mempertahankan anggaran yang sudah ada agar tidak terpotong.
Ia berharap pada pembahasan anggaran tahap kedua nanti, ada perbaikan kondisi anggaran yang memungkinkan penambahan.
”Syukur ini juga enggak dipotong, artinya saya sudah nyebutin defend aja nih sekarang dengan kondisi anggaran seperti ini sifatnya defensif. Artinya apa yang ada udah bagus. Nantilah mudah-mudahan di putaran kedua ini juga ada, sehingga nanti bisa ada penambahan kalau ada perbaikan,” imbuhnya.













