TARAKAN – Petani rumput laut di kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan, mengeluhkan anjloknya harga jual rumput laut kering dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, dalam sebulan terakhir harga tercatat sudah dua kali mengalami penurunan.
Salah seorang petani rumput laut, Abdul Muis, mengatakan harga rumput laut kering sebelumnya berada di kisaran Rp11.000 per kilogram. Namun harga tersebut kemudian turun menjadi Rp10.500 per kilogram dan kembali turun menjadi Rp10.000 per kilogram.
“Harganya tidak tentu. Sebelumnya Rp11.000, turun Rp10.500, sekarang Rp10.000 per kilo,” keluh Abdul Muis, Minggu (18/1/2026).
Menurut Abdul Muis, penurunan harga dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya serangan hama tritip atau tiram yang mengganggu pertumbuhan rumput laut. Hama tersebut kerap menempel pada tali dan batang rumput laut, menyebabkan pertumbuhan tidak optimal hingga berujung gagal panen.
Ia menyebutkan, harga rumput laut sempat mencapai Rp28.000 per kilogram sekitar empat tahun lalu, bahkan pernah menembus Rp40.000 per kilogram. Namun dalam beberapa tahun terakhir, harga terus mengalami penurunan. Pada tahun 2024, harga rumput laut bahkan sempat jatuh hingga Rp7.000 per kilogram.
Dengan kondisi harga yang terus menurun, petani harus memutar otak untuk menutupi biaya produksi. Pasalnya, biaya operasional yang dikeluarkan tidak sedikit, mulai dari pembelian bibit hingga pembayaran upah pekerja pabettang.













