TARAKAN – Pekerja Sosial Ahli Pertama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan, Alghi Fari Smith menegaskan, kasus HIV di Kota Tarakan masih menjadi perhatian serius bagi Pemerintah dan Masyarakat// Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan, terdapat 99 kasus HIV/AIDS di Tahun 2025.
Alghi menyatakan, Kota Tarakan penyumbang terbesar HIV/AIDS di Provinsi Kalimantan Utara. Penanganan kasus HIV masih menghadapi beberapa tantangan. Diantaranya, orang Dengan HIV/AIDS menghilang dari lokus sasaran sehingga petugas tidak bisa pantau dan berikan pendampingan pengobatan. Hal ini sangat mengkhawatirkan, apalagi tren data dari tahun ke tahun, angka HIV/AIDS di Tarakan didominasi oleh laki-laki seks lelaki (LSL).
“Ada 99 positif HIV. Dari 99 itu, terdeteksi dari kalangan LSL, gay-nya, homoseksual-nya itu 30 orang positif. Cuman data ini akan menjadi membuat kita melek, angka gay, laki-laki seks laki-laki jumlahnya banyak,” ungkap Alghi Fari saa dihubungi RRI, Minggu, (11/1/2026)
Alghifari menambahkan/ Isu LGBT di Tarakan menjadi fenomena dan atensi dari MUI Tarakan. Sebab MUI membuat tim pencari fakta terkait LGBT. Ia pun menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat tentang HIV. Hal ini penting dilakukan sebab masih banyak masyarakat yang memberikan stigma/ diskriminasi kepada ODHA. Adapun pintu masuk HIV/AIDS juga terjadi melalui seks bebas, penyalahgunaan narkoba jenis jarum suntik yang bergantian.













