TARAKAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2025 berdampak pada sekitar 5 hektare kawasan hutan lindung di Kota Tarakan. Kebakaran tersebut dipastikan tidak berasal dari aktivitas pembakaran di dalam kawasan hutan lindung.
Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan, Ridwanto Suma, menyatakan api yang menghanguskan kawasan hutan lindung merambat dari Area Penggunaan Lain (APL) yang berada di sekitar kawasan.
“Berdasarkan hasil pemantauan, tidak ditemukan indikasi pembakaran di dalam kawasan hutan lindung. Api berasal dari aktivitas masyarakat di luar kawasan dan kemudian merembet masuk,” ujar Ridwanto, (25/1/2026).
Ia menjelaskan, hasil evaluasi selama 2025 mencatat luasan hutan lindung yang terdampak karhutla mencapai kurang lebih 5 hektare. Meski relatif kecil, kejadian tersebut tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu fungsi ekologis hutan lindung.
Untuk mencegah kejadian serupa, KPH Tarakan memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan membentuk tim internal serta melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) di sejumlah wilayah. Koordinasi juga dilakukan secara intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kelompok Relawan Kebakaran (Korlakar).
“Kami rutin melakukan patroli lapangan, penyuluhan, serta sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran,” katanya.
Edukasi difokuskan pada aktivitas pembukaan lahan di APL agar tidak memicu kebakaran yang dapat merembet ke kawasan hutan lindung. Selain itu, KPH Tarakan juga telah menyiapkan langkah rehabilitasi pascakebakaran.
Program rehabilitasi mulai dilaksanakan sejak akhir 2025 dengan memanfaatkan musim hujan. Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan jenis tanaman dan karakteristik lahan.
“Mengingat kondisi tanah yang cenderung berpasir, kami menanam tanaman pionir terlebih dahulu agar proses pemulihan berjalan lebih cepat,” jelas Ridwanto.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi hutan lindung sekaligus meminimalkan risiko dampak lanjutan akibat karhutla di masa mendatang.













