TARAKAN – Sejumlah pedagang buah keberatan dengan rencana relokasi yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Relokasi tersebut menyasar pedagang yang selama ini berjualan di Jalan Sei Sesayap, tepatnya di depan Gedung Tenis Indoor Telaga Keramat.
Pemkot Tarakan sebenarnya telah menyiapkan lokasi pengganti yang masih berada di sekitar kawasan tersebut, yakni di samping Gedung Tenis Indoor Telaga Keramat, bersebelahan dengan Kantor KPU Tarakan. Namun, para pedagang menilai lokasi baru itu kurang strategis.
Salah satu pedagang buah, Rahma, mengatakan lokasi yang disiapkan pemerintah tidak mudah terlihat oleh masyarakat. Menurutnya, berjualan di depan gedung tenis indoor jauh lebih menguntungkan karena langsung terlihat oleh pengguna jalan.
“Kalau di depan ini kan strategis. Misalnya orang keluar rumah tidak ada niat beli buah, tapi pas lewat dan melihat ada buah, bisa saja mereka singgah. Kalau di sana, cuma orang yang memang mau beli buah saja,” ujar Rahma, Jumat (23/1/2026).
Rahma mengaku ragu dagangannya akan laku jika direlokasi ke lokasi baru. Selama berjualan di lokasi saat ini, hampir selalu ada warga yang membeli buah dagangannya.
Hal senada disampaikan pedagang buah lainnya, Muhammad Ilyas. Ia menegaskan tidak keberatan jika harus direlokasi, asalkan tetap berada di pinggir jalan.
“Sebenarnya tidak ada masalah kalau direlokasi, tapi kami maunya di pinggir jalan. Kalau masuk ke dalam, sama saja seperti bersembunyi,” tuturnya.
Meski demikian, Ilyas mengaku pasrah apabila Pemkot Tarakan tetap melaksanakan relokasi. Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih baik agar pedagang tetap bisa berjualan di lokasi yang strategis.
Menurutnya, buah merupakan komoditas yang tidak bisa bertahan lama. Jika tidak segera terjual, buah akan rusak dan membusuk, sehingga pedagang terancam mengalami kerugian karena tidak bisa menutup modal.













