TARAKAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, kini tidak hanya dinikmati oleh peserta didik, tetapi juga mulai dirasakan oleh para guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah tertentu.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Tamrin Toha, mengungkapkan bahwa perluasan sasaran program tersebut telah diterapkan di sejumlah sekolah yang sudah terlayani MBG. Hal itu ia ketahui setelah melakukan pemantauan langsung ke lapangan pada Senin (11/1/2026).
“Saat saya turun ke sekolah, saya tanyakan langsung. Guru menerima, tenaga kependidikan juga menerima,” kata Tamrin Toha saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemberian MBG kepada guru belum merata. Saat ini, hanya sekolah yang sudah masuk dalam cakupan layanan MBG yang para gurunya memperoleh manfaat tersebut. Sementara sekolah yang belum terlayani, guru dan tenaga kependidikannya belum mendapatkan jatah makan bergizi.
Untuk menu makanan, Tamrin menjelaskan tidak ada perbedaan antara yang diterima guru dan siswa. Seluruh penerima MBG mendapatkan menu yang sama dan tidak diperkenankan melakukan permintaan khusus.
“Menu sudah ditentukan. Tidak ada permintaan khusus, baik dari guru maupun tenaga kependidikan,” jelasnya.
Tamrin memperkirakan, jika seluruh sekolah di Tarakan telah terlayani program MBG—mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta—jumlah guru yang akan menerima MBG bisa mencapai sekitar 2.000 orang.
Saat ini, pelaksanaan program MBG di Tarakan masih didukung oleh 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum. Pemerintah daerah pun terus mendorong penambahan kapasitas layanan agar program tersebut dapat menjangkau seluruh satuan pendidikan secara bertahap.













