BALIKPAPAN – Bayang-bayang pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) membuat ruang gerak anggaran makin sempit. Dalam situasi itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tarakan melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan, Kamis (26/2/2026), untuk menggali strategi penguatan kapasitas fiskal. Rombongan diterima oleh jajaran Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Balikpapan dalam forum diskusi seputar pengelolaan keuangan daerah.
Wakil Ketua I DPRD Tarakan, Herman Hamid, menyebut pemangkasan TKD berdampak langsung pada struktur APBD. Ketergantungan pada dana transfer pusat membuat setiap perubahan kebijakan fiskal nasional cepat terasa di tingkat daerah.
“Kami berdiskusi mengenai dampak pemotongan TKD dan bagaimana langkah-langkah yang bisa diambil agar program pembangunan tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa dukungan sumber daya alam sebagai penopang utama, Tarakan harus memaksimalkan sektor yang ada. Saat ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih didominasi pajak dan retribusi. Kondisi tersebut menuntut inovasi dalam menggali potensi baru agar pembangunan tidak tersendat.
Balikpapan dinilai memiliki karakter yang mirip sebagai kota perdagangan dan jasa. Karena itu, pengalaman kota tersebut dianggap relevan untuk dijadikan referensi. “Tarakan dan Balikpapan ini satu kampung. Kami ingin saling berbagi pengalaman, terutama dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah,” katanya.
Selain memperkuat sektor perdagangan dan jasa, DPRD Tarakan juga mendorong pengembangan potensi pariwisata, termasuk kawasan pantai dan kekayaan budaya lokal, agar kontribusinya terhadap PAD bisa lebih signifikan.
Kunjungan ini diharapkan memberi masukan konkret bagi Tarakan dalam menyusun perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang yang lebih adaptif di tengah dinamika kebijakan fiskal nasional.













