Minggu, Februari 8, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Kaltara

Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di Ngada Soroti Persoalan Kemiskinan Ekstrem

Redaksi Headlineku by Redaksi Headlineku
7 Februari 2026
in Kaltara, Nasional, Parlementer
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Tragedi bunuh diri seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tamparan keras bagi negara. Peristiwa memilukan ini dinilai bukan sekadar tragedi individual, melainkan cerminan nyata kegagalan sistemik dalam menangani kemiskinan ekstrem yang masih mengakar di banyak daerah di Indonesia.

Anggota DPD RI Hasan Basri menegaskan, kasus tersebut tidak boleh dipersempit sebagai persoalan keluarga atau daerah tertentu. Menurutnya, tragedi di Ngada adalah potret buram kondisi sosial nasional yang selama ini kerap diabaikan.

“Ini bukan kejadian tunggal. Jangan dilokalisir seolah hanya masalah satu kabupaten di NTT. Akar persoalannya ada hampir di seluruh wilayah Indonesia, yakni kemiskinan ekstrem yang tidak tertangani secara serius,” ujar Hasan Basri dalam keterangannya.

Hasan yang juga menjabat sebagai Anggota Komite III DPD RI menyebut, keputusan bunuh diri pada anak tidak pernah terjadi secara tiba-tiba. Ada tekanan hidup berkepanjangan yang menumpuk, tanpa jalan keluar, hingga mendorong kondisi depresi berat—bahkan pada anak-anak.

Ia menilai, permintaan uang Rp10 ribu kepada sang ibu untuk membeli perlengkapan sekolah, yang tak mampu dipenuhi, hanyalah pemicu terakhir dari penderitaan panjang yang dialami korban.

“Itu bukan sebab utama. Itu hanya trigger. Yang sebenarnya terjadi adalah tekanan mental akibat kemiskinan ekstrem. Anak ini hidup dalam kekurangan akut, diasuh oleh seorang ibu janda yang harus menghidupi lima anak dengan penghasilan tidak menentu,” tegasnya.

Sebagai Wakil Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI, Hasan Basri menyoroti lemahnya sistem pendataan dan intervensi negara terhadap keluarga miskin ekstrem. Padahal, kondisi kemiskinan seperti ini bukan peristiwa mendadak, melainkan realitas sehari-hari yang terlihat jelas oleh lingkungan sekitar.

“Kesusahan mereka disaksikan tetangga, RT, aparat desa, hingga pemerintah daerah. Sangat memprihatinkan jika keluarga dalam kondisi seperti ini luput dari bantuan hanya karena kesalahan atau kelalaian data,” katanya.

Hasan juga membagikan pengalamannya melihat langsung kondisi warga miskin ekstrem di sejumlah daerah. Ia mengaku pernah menyaksikan seorang lansia tidur di atas tikar yang tak layak, di dalam rumah yang kondisinya bahkan menyerupai kandang hewan.

“Ini bukan sekadar menyayat hati. Ini menunjukkan ada yang salah dalam sistem kita. Kemiskinan ekstrem itu kasat mata, nyata, dan seharusnya bisa dideteksi jauh sebelum berujung pada tragedi kemanusiaan,” ujarnya.

Senator asal Kalimantan Utara itu menegaskan, tragedi di Ngada harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan pendataan cepat, akurat, dan menyeluruh terhadap keluarga miskin ekstrem. Tanpa data yang valid, program bantuan berpotensi salah sasaran dan gagal menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk tidak berhenti pada wacana, melainkan mengambil langkah konkret. Mulai dari program bedah rumah, bantuan tunai langsung melalui APBD, hingga penyediaan lapangan kerja bagi keluarga miskin ekstrem yang masih memiliki kemampuan bekerja.

“Kalau masih bisa bekerja, beri mereka kesempatan—jadi petugas kebersihan, pekerja proyek fisik, atau fasilitasi modal usaha kecil. Jangan cuma bicara program, tapi tidak menyentuh realitas,” tegasnya.

Hasan Basri mengingatkan, upaya mengangkat harkat hidup masyarakat miskin seharusnya menjadi kerja nyata, bukan sekadar jargon politik. Ia menutup pernyataannya dengan penekanan kuat bahwa nilai Rp10 ribu yang dianggap sepele oleh sebagian masyarakat perkotaan, bisa menjadi penentu hidup dan mati bagi keluarga miskin ekstrem di desa.

“Tragedi ini terlalu mahal untuk diabaikan. Ini adalah panggilan kemanusiaan agar negara benar-benar hadir, sebelum keputusasaan kembali merenggut nyawa anak-anak kita,” pungkasnya.

Previous Post

Api Lalap Bagian Bawah Masjid As-Sholihin, Kerugian Capai Ratusan Juta

Next Post

Angka Pernikahan di Kota Tarakan Alami Peningkatan

Redaksi Headlineku

Redaksi Headlineku

Next Post

Angka Pernikahan di Kota Tarakan Alami Peningkatan

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Pemuda Asal Malinau Ditemukan Meninggal di Kamar Kost, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

8 Februari 2026

Wali Murid di SMK Negeri 4 Tarakan Keluhan Penggunaan Bekas Gudang Menjadi Kelas

7 Februari 2026

Berstatus Multiyears, Pemindahan Puspem Kota Tarakan “Bakar Duit” Rp 400 Milliar

7 Februari 2026

Angka Pernikahan di Kota Tarakan Alami Peningkatan

7 Februari 2026

Recent News

Pemuda Asal Malinau Ditemukan Meninggal di Kamar Kost, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan

8 Februari 2026

Wali Murid di SMK Negeri 4 Tarakan Keluhan Penggunaan Bekas Gudang Menjadi Kelas

7 Februari 2026

Berstatus Multiyears, Pemindahan Puspem Kota Tarakan “Bakar Duit” Rp 400 Milliar

7 Februari 2026

Angka Pernikahan di Kota Tarakan Alami Peningkatan

7 Februari 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com