TARAKAN – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat tetap aman hingga perayaan Idulfitri, meskipun curah hujan dalam beberapa waktu terakhir relatif rendah.
Hal tersebut disampaikan Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan, disela-usai melakukan Kegiatan Tarakan Berzakat ia mengatakan pihaknya terus melakukan antisipasi untuk menjaga ketersediaan air baku, terutama menjelang Ramadan hingga Lebaran yang biasanya diiringi dengan peningkatan konsumsi air oleh masyarakat.
“Memang beberapa waktu lalu sempat terjadi penurunan debit air hingga minus 80 sentimeter. Namun Alhamdulillah cadangan air baku kita masih cukup sampai Lebaran,” ujarnya, Selasa (10/3/26).
Ia menjelaskan, penurunan debit air tersebut dipengaruhi oleh minimnya curah hujan. Meski demikian, kondisi cadangan air di sejumlah embung masih mampu menopang kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk saat ini penurunan air sekitar 12 sentimeter per hari. Tetapi posisi air sekarang masih sekitar minus 10 sentimeter, sehingga cadangan kita masih cukup untuk sekitar 20 hari ke depan,” jelasnya.
Menurut Iwan, peningkatan penggunaan air bersih biasanya terjadi selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. Hal ini disebabkan aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan di rumah, seperti memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Kalau memasuki Ramadan sampai Lebaran itu pasti meningkat pemakaiannya, karena banyak aktivitas di rumah. Tapi Insya Allah untuk sekitar 10 hari ke depan sampai Lebaran masih aman,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan air baku, PDAM juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan teknis pada jaringan distribusi.
Ia mengakui kendala seperti kebocoran pipa atau kerusakan pompa bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Namun saat ini sebagian besar instalasi pengolahan air (IPA) dan pompa distribusi telah dilengkapi dengan unit cadangan.
“Sekarang hampir semua instalasi dan pompa distribusi sudah ada cadangannya. Dulu kalau pompa rusak kita harus menunggu perbaikan dulu, tapi sekarang sudah ada sistem cadangan,” terangnya.
Meski demikian, PDAM masih menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait jaringan pipa yang sudah berusia tua serta pengelolaan cadangan air baku.
“Kendala kita tinggal dua, yaitu pipa yang sudah tua dan cadangan air baku. Tapi Alhamdulillah cadangan air di embung-embung masih cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.












