TARAKAN – Denyut mudik di jalur laut Kalimantan Utara tak lagi bisa dibendung. H-3 Idulfitri 1447 Hijriah, Pelabuhan Speedboat Tengkayu I SDF Tarakan dipadati penumpang dari dan menuju berbagai daerah, menandai puncak pergerakan masyarakat yang kian masif.
Aktivitas di pelabuhan tampak meningkat tajam, baik pada keberangkatan maupun kedatangan. Arus manusia mengalir tanpa jeda, seiring dimulainya masa libur di sejumlah instansi dan sektor kerja.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Idham Chalid, mengungkapkan lonjakan penumpang tahun ini mencapai sekitar 60 persen dibandingkan periode angkutan Lebaran sebelumnya. Kenaikan itu terjadi dalam beberapa hari terakhir, meski kondisi operasional di pelabuhan masih dinilai terkendali.
“Lonjakan sudah signifikan. Ini karena sebagian masyarakat sudah mulai libur. Pelabuhan Tengkayu I SDF menjadi titik vital karena menghubungkan empat kabupaten di Kaltara,” ujarnya, Selasa (17/3).
Sebagai salah satu simpul utama transportasi di wilayah perbatasan, peran pelabuhan ini menjadi krusial dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Mengantisipasi lonjakan yang terus bergerak naik, Dinas Perhubungan Kaltara bersama sejumlah instansi telah mengaktifkan posko layanan terpadu. Kolaborasi ini melibatkan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta Polda Kaltara.
Fokus utama pengawasan diarahkan pada operasional armada, pengamanan kawasan pelabuhan, serta pelayanan penumpang. Pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan tidak bisa ditawar di tengah tingginya mobilitas.
“Keselamatan dan keamanan pelayaran adalah prioritas. Dengan peningkatan jumlah penumpang, pengawasan terhadap armada harus lebih ketat,” tegasnya.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diprediksi memuncak pada 29 Maret 2026.
Di tengah lonjakan tersebut, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan tarif angkutan laut selama periode Lebaran. Tarif tetap mengacu pada keputusan gubernur sesuai masing-masing trayek, guna menjaga keterjangkauan bagi masyarakat.












