TARAKAN – Jumlah penumpang selama periode arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi di Bandara Juwata Tarakan mencapai 36.770 orang.
Angka itu terdiri dari 20.218 penumpang berangkat dan 16.552 orang datang. Jumlah itu berdasarkan data Posko Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi di Bandara Juwata Tarakan yang resmi ditutup pada Senin (30/3/2026).
Berlangsung sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026, pelaksanaan posko berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, berkat sinergi seluruh stakeholder. Selain itu, pergerakan pesawat berangkat mencapai 241 kali dan pesawat datang 246 kali. Jumlah kargo berangka mencapai 165.780 kg dan kargo datang 227.034 kg.
Adapun puncak arus mudik terjadi pada 27 Maret 2026 dengan jumlah 1.474 penumpang. Sementara puncak arus balik terjadi pada 29 Maret 2026 dengan jumlah 1.421 penumpang.
Kepala BLU Kantor UPU Kelas I Utama Juwata Tarakan, Bambang Hartato mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat, termasuk unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BMKG, Basarnas, maskapai, ground handling, serta media yang turut mendukung kelancaran penyelenggaraan angkutan udara selama periode Lebaran.
“Keberhasilan pelaksanaan Posko Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang solid dari seluruh stakeholder. Hal ini menjadi komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bambang Hartato melalui rilis tertulis.
Selain itu, hasil pelaksanaan posko ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi udara ke depan, khususnya di Bandara Juwata Tarakan.
Ketua Posko Angkutan Lebaran 2026 Bandara Juwata Tarakan, Denny Kurniawan menyatakan bahwa posko telah ditutup. Semangat pelayanan dan keselamatan tetap terjaga dalam operasional sehari-hari.












