TARAKAN — Pedagang dan pelaku UMKM di Tarakan, Kalimantan Utara, mulai merasakan dampak langsung lonjakan harga plastik yang terjadi sejak awal April 2026. Kenaikan ini dipicu terganggunya rantai pasok bahan baku berupa nafta atau biji plastik dari kawasan Timur Tengah yang tengah dilanda konflik bersenjata.
Situasi tersebut tidak hanya memukul sektor industri besar, tetapi juga merembet hingga ke level usaha kecil. Di tingkat pedagang, kenaikan harga terjadi hampir di seluruh jenis produk kemasan, mulai dari thinwall kotak, gelas plastik, hingga kantong plastik.
Yosi, pedagang kemasan di Jalan Kusuma Bangsa, mengungkapkan harga barang di tokonya sudah mulai merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Hampir seluruh item mengalami penyesuaian harga.
“Sudah naik beberapa hari ini. Hampir semua barang, mulai dari kotak makan, gelas, sampai kantong plastik ikut naik,” ujarnya.
Meski harga meningkat, aktivitas penjualan di tokonya masih tergolong ramai. Permintaan justru tetap tinggi karena produk kemasan plastik menjadi kebutuhan utama, khususnya bagi pelaku UMKM.
“Pembeli masih banyak, terutama UMKM. Bahkan dari luar Tarakan seperti Malinau juga banyak yang pesan. Tapi stok beberapa barang mulai menipis, terutama kantong plastik,” tambahnya.
Di sisi lain, pelaku UMKM turut merasakan tekanan dari kondisi ini. Ike, yang menjalankan usaha sembako dan makanan secara daring, mengaku kenaikan harga plastik berdampak langsung pada biaya operasional usahanya.
“Kita sebagai penjual makanan dan sembako pasti terdampak, karena plastik itu kebutuhan. Enggak mungkin barang dikasih begitu saja tanpa kemasan,” katanya.
Meski demikian, Ike mengaku belum menaikkan harga jual produknya. Ia masih mencoba bertahan sambil menghabiskan stok plastik yang ada. Namun, ia tidak menutup kemungkinan akan melakukan penyesuaian harga jika kondisi terus berlanjut.
“Kalau stok lama habis, kemungkinan harga jual juga ikut naik,” ucapnya.
Dalam situasi ini, Ike berharap konsumen bisa mulai beradaptasi dengan membawa tas belanja sendiri saat bertransaksi. Selain membantu mengurangi biaya, langkah tersebut juga dinilai lebih ramah lingkungan.
“Konsumen mungkin bisa lebih bijak, bawa tas sendiri dari rumah supaya tidak terlalu bergantung sama plastik,” tutupnya.












