TARAKAN – Skema kepemimpinan di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan berubah drastis. Ketua tak lagi menjabat penuh lima tahun, melainkan hanya setahun—lalu berganti ke pimpinan berikutnya. Di balik keputusan ini, terbaca satu pesan: kompromi dipilih agar dinamika internal tidak berlarut.
Wali Kota Tarakan, Khairul, melantik pimpinan Baznas periode 2026–2030 pada Rabu (1/4/2026). Syamsi Sarman menjadi ketua pertama dalam pola rotasi tersebut.
Empat nama lain—Abdul Samad, Salman, Hanip Matiksan, dan Muhammad Anas—akan bergantian menempati posisi ketua dalam lima tahun ke depan.
Pola ini membuka ruang kebersamaan, namun sekaligus menegaskan bahwa satu figur tunggal belum menjadi titik temu. Rotasi tahunan menjadi jalan tengah agar semua unsur tetap terakomodasi dan organisasi tetap berjalan.
Khairul menegaskan, keputusan tersebut diambil demi menjaga kondusivitas dan fokus kerja lembaga.
“Dengan skema ini saya berharap tidak ada lagi riak di antara pimpinan. Semua harus bekerja sama dan fokus pada tujuan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama Baznas.
“Kerja sama sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Kalau kepercayaan itu terjaga, maka Baznas akan bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” tutupnya.













