TARAKAN – Di tengah tingginya kebutuhan arus balik usai Lebaran, PT Pelni membuka rute ekstra yang selama ini kerap dinanti warga Kalimantan Utara. Namun kali ini bukan kebijakan permanen, melainkan langkah taktis memanfaatkan jadwal docking kapal yang justru diubah menjadi peluang angkutan penumpang.
Rute ekstra Tarakan–Surabaya–Jakarta dijadwalkan berangkat pada 24 April menggunakan KM Lambelu. Kapal tersebut tetap melayani penumpang sebelum masuk masa perawatan (docking) di Jakarta pada awal Mei.
Kepala PT Pelni Cabang Tarakan, Ferdy Ronny Masengi menjelaskan, kebijakan ini diambil agar kapal tetap produktif sekaligus membantu masyarakat yang hendak kembali ke Pulau Jawa setelah merayakan Idulfitri 1447 Hijriah.
“Ini hanya untuk ekstra karena KM Lambelu akan melaksanakan docking. Pelaksanaannya nanti di tanggal 2 Mei. Dari Tarakan tanggal 24 April, tiba di Priok tanggal 28 untuk persiapan docking,” ujar Ronny Masengi, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan, momentum ini dimanfaatkan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang arus balik yang selama ini bergantung pada ketersediaan kapal reguler yang terbatas.
Tiket untuk rute tambahan ini, lanjutnya, sudah mulai dijual melalui aplikasi mobile Pelni dan dapat diakses dari mana saja. Namun ia mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pembelian.
“Karena ini sifatnya ekstra dan seat terbatas, kami sarankan masyarakat segera membeli tiket agar tidak kehabisan,” tegasnya.
Meski membuka rute yang selama ini diharapkan masyarakat Kaltara, Pelni memastikan kebijakan tersebut belum bisa dianggap sebagai pembukaan jalur tetap Tarakan–Surabaya.
“Ini bukan rute permanen. Hanya untuk mengisi jadwal docking KM Lambelu,” jelasnya.
Ronny juga mengungkapkan, keterbatasan armada menjadi alasan utama belum dibukanya rute reguler tersebut. Dari total 26 kapal penumpang milik Pelni, saat ini hanya 25 yang beroperasi karena satu kapal masih menjalani perbaikan.
“Armada kita terbatas. Saat ini ada 26 kapal, tapi yang operasi 25 karena KM Umsini masih dalam perbaikan,” katanya.
Adapun masa docking KM Lambelu diperkirakan berlangsung selama 20 hari kerja. Dengan demikian, kapal tersebut dijadwalkan kembali melayani penumpang pada pertengahan Mei mendatang.
“Sekitar 20 hari kerja untuk docking. Jadi diperkirakan pertengahan Mei sudah bisa beroperasi kembali,” pungkasnya.












