TARAKAN – Di tengah suasana menjelang perayaan Hari Paskah 2026, sebuah gestur sederhana justru memancarkan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar bantuan materi. Hasan Basri, melalui stafnya, menyerahkan bantuan keagamaan berupa telur kepada jemaat GPIB Immanuel Tarakan, Kamis (2/4/2026), dalam sebuah momen yang tak hanya bicara soal kepedulian, tetapi juga tentang bagaimana keberagaman dirawat dengan tindakan nyata.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Presbiter GPIB Immanuel Tarakan dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Di balik penyerahan telur—simbol yang identik dengan Paskah—terselip pesan tentang perhatian lintas iman yang masih hidup dan dijaga di Kota Tarakan.
Pihak gereja pun tak menutupi rasa apresiasinya. Mereka menilai bantuan itu bukan sekadar tambahan kebutuhan jelang perayaan, melainkan bentuk kehadiran dan perhatian yang terasa langsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Bapak Hasan Basri. Ini sangat berarti bagi kami dalam menyambut perayaan Paskah,” ujar perwakilan Presbiter GPIB Immanuel Tarakan.
Sementara itu, Hasan Basri melalui pernyataannya menegaskan bahwa langkah tersebut bukanlah seremoni sesaat, melainkan bagian dari komitmen menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“Momentum Paskah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menebarkan kasih, mempererat persaudaraan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan menambah sukacita bagi saudara-saudara kita yang merayakan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa nilai persatuan tidak boleh sekadar menjadi slogan, terlebih di Tarakan yang selama ini dikenal sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Menurutnya, menjaga toleransi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tokoh agama, melainkan seluruh elemen masyarakat.
Di tengah berbagai dinamika sosial yang kerap menguji kohesi antarumat beragama, langkah kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa toleransi tak selalu lahir dari forum besar atau pidato panjang—kadang ia hadir lewat hal sederhana, namun tepat sasaran.
Dan dari sebutir telur Paskah itu, pesan tentang persaudaraan justru menetas lebih kuat.












