TARAKAN – Universitas Borneo Tarakan (UBT) berhasil dalam meningkatkan jenjang program pendidikan jurusan Akademi Keperawatan (Akper) dan Akademi Kebidanan (Akbid) pada Fakultas Kesehatan.

Rektor UBT, Prof Adri Patton M,Si bersyukur atas tercapainya misi UBT untuk meningkatkan program pendidikan S1 pada jurusan Akper dan Akbid. Selain itu, UBT juga berhasil membuka jurusan baru yaitu Akuntansi pada Fakultas ekonomi. “Patut disyukuri berbagai peningkatan sudah dilakukan, ada 3 prodi yang diusulkan ke Kemendikbud, Dua di antaranya, yakni S1 Keperawatan dan S1 Akuntansi yang diusulkan Gubernur kepada Menteri Ristek dan Dikti tahun lalu (sebelum digabung ke Kemendikbud), dan telah disetujui tahun lalu. Tahun ini kita kembali mengusulkan Prodi S1 Kebidanan dan profesinya,” ujarnya, (01/02).
Selama ini, Lanjut Prof Adri Patton, dengan peningkatan jenjang pada program pendidikan kesehatan tersebut, diharapkan dapat menjadi jalan bagi UBT untuk membentuk lulusan dokter di Kaltara dengan mendirikan Fakultas Kedokteran. “Itulah rencana besar saya adalah membuka fakultas Kedokteran. Itulah mengapa kami mengupayakan peningkatan program kesehatan ini sebagai suatu embrio untuk pembentukan Undang-undang pendidikan dokter di Kaltara. Saya yakin itu bisa kami wujudkan karena Kaltara memerlukan banyak sekali tenaga dokter,” lanjutnya.
Selain telah meningkatkan jenjang program pendidikan kesehatan, Keseriusan UBT dalam menjalankan rencana panjang tersebut juga dibuktikan dengan melakukan kerjasama dengan Universitas universitas Ternama di Indonesia dalam mempelajari seputar program pendidikan kedokteran.
Dengan upaya yang telah dilakukan, ia berharap upaya tersebut mendapatkan dukungan masyarakat Kaltara dalam meningkatkan pembangunan di Provinsi termuda tersebut. “Kita sudah membuat MOU dengan beberapa Universitas besar di Indonesia seperti Universitas Hasanuddin, Brawijaya, Unair untuk belajar terkait program dokter, Agar nanti bisa terbangunnya Fakultas Kedokteran di UBT. Harapan kami, kita bisa memiliki semuanya sendiri dan tidak bergantung pada SDM dari daerah lain. Dengan begitu, kita bisa membuktikan Provinsi kita bisa mengejar pembangunan secapat mungkin,” ungkapnya. (rim)