TARAKAN – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Dengan demikian, umat Islam yang mengikuti keputusan Muhammadiyah akan melaksanakan salat tarawih perdana pada Jumat malam, 28 Februari 2025.
Sementara itu, Idul Fitri 1 Syawal 1446 H ditetapkan pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini memastikan puasa berlangsung selama 30 hari penuh. Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa Idul Fitri jatuh pada 30 Maret, namun PP Muhammadiyah telah mengonfirmasi bahwa 31 Maret adalah hari raya yang resmi sesuai perhitungan hisab mereka.
Menanggapi potensi perbedaan dengan ormas Islam lain atau pemerintah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltara mengimbau umat Islam untuk menyikapi perbedaan ini dengan bijak. “Seperti biasa, tidak perlu dibesar-besarkan. Semua memiliki dasar dalil yang dapat dipertanggungjawabkan,” Ungkap Syamsi Sarman.
“Tidak perlu dipertentangkan dan tidak perlu menjadi polemik yang berkepanjangan. Kita sudah dewasa di dalam menyikapi perbedaan pendapat” Tegas Syamsi Sarman.
Diharapkan masyarakat khususnya di Kalimantan Utara dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan tetap menjaga ketertiban serta ketenangan, baik saat salat tarawih maupun salat Idul Fitri. Semoga ibadah yang dijalankan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi semua umat Islam.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltara juga mengajak kepada seluruh umat Islam yang ada di Tarakan dan khususnya di Kaltara untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan ketakwaan, kepedulian sosial, dan memperkuat persaudaraan. Diharapkan, perbedaan dalam penetapan awal puasa dan Idul Fitri tidak mengurangi semangat persatuan di tengah masyarakat. Semua pihak diimbau untuk saling menghormati dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dengan tetap menjaga kerukunan.