PINRANG – Sulitnya akses di Dusun Paleleng, Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang menuju kota sudah dirasakan masyarakat sejak bertahun-tahun silam. Parahnya pemerintah Kabupaten Pinrang terkesan menutup mata dan melakukan pembicaraan terhadap kondisi ini. Bukannya tanpa upaya, masyarakat dusun kerap menyuarakan sulitnya akses jalan sejak dulu. Namun hingga saat ini akses tersebut tak kunjung mendapatkan sentuhan pemerintah.
Saat dikonfirmasi, salah satu warga Dusun Paleleng yang kini menetap di Kalimantan Hamzah menerangkan, ia cukup prihatin atas kondisi masyarakat di Dusun Paleleng
Desa Kaseralau, Kecamatan Batulappa Pinrang yang hingga kini tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dikatakannya, saat ini masyarakat Dusun Paleleng lebih banyak terbantu atas fasilitas dari Kabupaten Enrekang yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Padahal kata dia, setiap menjelang Pemilu maupun Pilkada tidak sedikit kontestan datang membawa janji perubahan. Namun kata dia, setelah kontestan terpilih janji tersebut tak kunjung ditunaikan.
“Ini kondisinya sudah bertahun-tahun, kemarin ada warga yang meninggal yang mayatnya harus ditandu sampai masuk ke kampung. Aksesnya sangat berbahaya kanan-kiri jurang dan jalannya licin. Sebenarnya sudah lama kami menyampaikan ini ke pemerintah, bahkan sudah pernah diberitakan media. Tapi sampai sekarang sama sekali tidak ada perhatian pemerintah,”ujar pria yang akrab disapa Anca, Selasa (2/4/2025).
Diungkapkan Anca, sejauh ini masyarakat dusun Paleleng sudah cukup sabar atas kondisi tersebut. Namun demikian, berbagai yang kesulitan yang terjadi disebabkan sulitnya akses jalan, membuat masyarakat dusun merencanakan aksi turun ke jalan. Dikatakannya masyarakat akan melakukan aksi agar kondisi tersebut dapat diketahui masyarakat lebih luas.
“Rencananya masyarakat (Dusun Paleleng) mau melakukan aksi ke kantor Bupati. Kami tidak meminta perbaikan total, tapi setidaknya bisa diperbaiki secara bertahap. Kami juga berharap DPR-RI Dapil Sulsel bisa lebih peka. Karena kami yakin mereka mengetahui kondisi ini. Kami berharap DPR-RI Dapil Sulsel yang terpilih bisa benar-benar menjalankan fungsinya membantu masyarakat yang kesulitan. Karena masyarakat memilikinya untuk bekerja,”tegasnya.
Sementara itu, beberapa waktu lalu seorang warga dusun pada Minggu 31 Maret 2025, bernama Karmila yang meninggal dunia di RS wahidin makassar harus ditandu menuju dusun. Jenazah harus ditandu di Hari Raya Idul Fitri menuju kampung lantaran jenazah tidak dapat diangkut dengan ambulan. Hal tersebut diungkapkan Suparman Warga paleleng saat dikonfirmasi Selasa (1/4).
“Warga paleleng yang di tandu kemarin, sempat di rawat di RS enrekang tetapi pasien terlalu parah akhirnya di rujuk ke RS wahidin makassar untuk mendapatkan pengobatan intensive,”ungkapnya.
” Almarhumah meninggal dunia, dan tiba di jalikko memakai ambulans, sekitar pukul 3 Sore. Dan setelah itu almarhumah tersebut lanjut di bawa ke Rumahnya di Dusun Paleleng desa Kaseralau kecamatan batulappa. Dengan memakai alat seadanya kembali di tandu ke kediamannya,”terangnya.
Tambahnya, mantan ketua IPMAL Pinrang itu menegaskan Sebagai bentuk protes, agar mendesak pemerintah untuk perbaikan infrastruktur pembangunan jalan dan fasilitas kesehatan yang layak di daerah terpencil.
“Kami meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret utamanya pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan agar tidak lebih banyak korban berjatuhan akibat persoalan ini, terutama pelayanan kesehatan,”pungkasnya.