TARAKAN – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Tamrin Toha menerangkan saat ini Sekolah Rakyat telah tahap akhir proses seleksi guru. Sehingga ia memprediksi dalam waktu dekat, Kemensos telah mengumumkan terpenuhinya tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat. Namun diakuinya, sebelumnya banyak guru di Tarakan enggan mendaftar untuk menjadi guru di Sekolah Rakyat lantaran guru diharuskan tinggal di asrama sekolah.
“Saat ini Sekolah Rakyat masih proses seleksi guru, sebenarnya kebanyakan juga guru di Tarakan kurang berminat karena dia tahu harus tinggal di asrama. Kemudian yang kedua dia harus punya kemampuan bahasa inggris baik lisan maupun tulisan. Jadi semua guru termasuk kepala sekolahnya tinggal di sana,” ujarnya, Sabtu (9/8).
Saat ditanyakan apakah guru yang tinggal di asrama nantinya dapat membawa keluarga atau tidak, ia menegaskan jika pihaknya belum memastikan hal tersebut. Namun menurutnya, idealnya tenaga pendidik bisa membawa keluarga tinggal di asrama lantaran sebagian besar guru memiliki keluarga.
“Saya belum tahu apakah guru ini bisa membawa keluarga ke asrama atau tidak. Seharusnya bisa yah, karena susah juga kalau tidak bisa, rata-rata guru ini kan sudah berkeluarga. Ini yang menjadi kekhawatiran guru mereka takut tidak bisa bawa keluarga sementara guru harus tinggal di asrama,” jelasnya.













