TARAKAN – Perum Bulog Cabang Tarakan mengakui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Nunukan masih belum masif. Dari total 294 ton beras SPHP yang disalurkan, sebagian besar terserap di Kota Tarakan.
Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Tarakan, Sri Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa wilayah kerja Bulog tidak hanya mencakup Tarakan, tetapi juga Nunukan. Namun, distribusi sejauh ini masih didominasi oleh Tarakan.
“90 persen realisasi di Tarakan, 10 persennya di Nunukan. Karena kan posisinya Nunukan perlu effort lebih,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).
Padahal, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi beras bulanan di Tarakan dan Nunukan relatif seimbang, masing-masing 1,6 juta kilogram di Tarakan dan 1,4 juta kilogram di Nunukan. Meski begitu, permintaan beras SPHP di Nunukan memang lebih rendah karena sebagian masyarakat, terutama di Sebatik, masih mampu memenuhi kebutuhan beras dari hasil panen sendiri.
Untuk memperluas akses, Bulog berupaya menambah jalur distribusi agar masyarakat Nunukan lebih mudah mendapatkan beras SPHP. Saat ini terdapat tujuh jalur distribusi, meliputi instansi pemerintah seperti TNI, Polri, dan dinas terkait, Koperasi Merah Putih, Gerakan Pangan Murah (GPM), outlet BUMN (Bulog dan PT Pos), Rumah Pangan Kita (RPK), ritel modern di Tarakan, serta pedagang pasar seperti di Pasar Tenguyun, Pasar Gusher, dan Pasar Beringin.













