TARAKAN – Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD-RI Hasan Basri sukses menggelar Sosialisasi Empat Pilar Pancasila yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum Jalan Kusuma Bangsa RT 12, Kelurahan Gunung Lingkas Kecamatan Tarakan timur, kota tarakan bersama anggota Pemuda Pancasila se-Kota Tarakan, pada 11 Desember 2026.
Saat dikonfirmasi, Hasan Basri menerangkan, sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia pancasila memiliki peran fundamental dalam menjaga persatuan, keutuhan, serta arah pembangunan nasional. Sebagai ideologi terbuka, Pancasila mampu beradaptasi dengan dinamika zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya.
“Di tengah arus globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial budaya, serta masuknya berbagai ideologi transnasional, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi kebutuhan yang mendesak. Globalisasi membawa peluang kemajuan, namun juga menghadirkan tantangan berupa lunturnya jati diri bangsa, meningkatnya individualisme, serta potensi konflik sosial,” katanya.
Oleh karena itu, ia menegaskan sosialisasi Empat Pilar oleh MPR RI dengan fokus pada penguatan nilai-nilai Pancasila bertujuan untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen masyarakat agar menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Sebagai ideologi negara, Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup bangsa, sumber nilai, serta pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan nasional. Pancasila tidak hanya menjadi dasar konstitusional negara, tetapi juga menjadi pedoman moral dan etika dalam kehidupan sosial,” katanya.
Pria yang akrab disapa HB tersebut menjelaskan, sebagai dasar negara, Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum nasional. Seluruh peraturan perundang-undangan dan kebijakan publik harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila agar sejalan dengan cita-cita keadilan sosial dan kemanusiaan.
“Kedudukan Pancasila ini menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.
Selain itu, ia menjelaskan jika nilai-nilai Pancasila harus terimplementasi secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan agama dan kepercayaan. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menuntut sikap saling menghormati harkat dan martabat manusia.
“Sila Persatuan Indonesia menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan bahasa. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan mengajarkan penyelesaian masalah melalui dialog dan musyawarah. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menuntut pemerataan kesejahteraan dan keadilan dalam kehidupan sosial,” jelas HB.
“Dalam konteks masyarakat daerah, termasuk Kalimantan Utara, nilai-nilai ini menjadi landasan penting dalam menjaga harmoni sosial dan stabilitas daerah,”urai dia.
Adapun terkait tantangan globalisasi terhadap nilai Pancasila, diuraikannya globalisasi akan membawa perubahan signifikan dalam pola pikir dan perilaku masyarakat. Informasi yang cepat dan tanpa batas berpotensi mempengaruhi nilai-nilai lokal dan nasional. Tantangan yang dihadapi antara lain masuknya paham radikalisme, meningkatnya intoleransi, penyebaran hoaks, serta melemahnya semangat gotong royong. Lanjutnya, menghadapi tantangan tersebut, Pancasila harus diposisikan sebagai filter ideologis. Nilai-nilai Pancasila menjadi alat seleksi terhadap pengaruh global agar bangsa Indonesia mampu mengambil manfaat dari globalisasi tanpa kehilangan jati diri nasional.
Lanjutnya, terkait peran masyarakat dan organisasi dalam penguatan Pancasila, menurutnya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam membumikan nilai-nilai Pancasila. Organisasi menjadi wadah edukasi, pembinaan karakter, serta penguatan wawasan kebangsaan di tingkat akar rumput.
“Melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, organisasi dapat menanamkan nilai toleransi, persatuan, serta semangat kebangsaan secara berkelanjutan. Sinergi antara negara dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penguatan ideologi Pancasila,” ungkap Hasan Basri.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, diharapkan masyarakat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.













