JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei, seruan memperkuat hubungan industrial kembali digaungkan dari pusat kekuasaan. Ketua PURT DPD/MPR RI, Hasan Basri, menekankan bahwa masa depan ekonomi nasional sangat ditentukan oleh sejauh mana dunia usaha dan tenaga kerja mampu berjalan dalam satu irama.
Mengusung semangat kolaborasi sebagai fondasi utama, ia menilai kemajuan industri tidak akan pernah benar-benar kokoh tanpa keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kesejahteraan pekerja. Bagi Hasan, harmoni bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak cepat.
Ia bahkan menegaskan, pandangannya tidak lahir dari ruang kosong. Ada pengalaman personal yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia kerja, terutama terhadap posisi buruh yang selama ini menjadi tulang punggung berbagai sektor ekonomi.
“Saya bicara sebagai orang yang pernah merasakan langsung menjadi buruh. Saya paham betul denyut perjuangan di posisi itu. Karena itu, selamat merayakan Hari Buruh untuk seluruh rekan-rekan pekerja,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, peran buruh tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari sektor manufaktur hingga perkebunan, pekerja menjadi penggerak utama roda produksi. Namun kontribusi besar tersebut, lanjutnya, harus diimbangi dengan perlindungan yang layak serta pemenuhan hak secara adil.
Hasan juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara perusahaan dan pekerja. Ia menilai, transparansi dalam hubungan industrial akan meminimalkan konflik sekaligus menciptakan kepercayaan yang berkelanjutan.
“Hubungan yang harmonis akan menciptakan iklim investasi yang positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa negara dan pelaku usaha memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan hak-hak pekerja terpenuhi. Tanpa itu, pertumbuhan ekonomi berisiko timpang dan tidak berkelanjutan.
Di akhir pernyataannya, Hasan menggarisbawahi bahwa kesejahteraan buruh bukan sekadar isu sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Ia optimistis, jika keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan pekerja dapat terjaga, maka target besar Indonesia ke depan akan lebih mudah tercapai.
“Kita berada di satu kapal yang sama. Jika pekerja sejahtera dan roda industri berputar kencang, Indonesia secara otomatis akan melesat maju,” pungkasnya.












