TANJUNG SELOR – Penutupan Turnamen Tenis Lapangan Piala Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 tak hanya menjadi akhir dari rangkaian pertandingan, tetapi juga momentum penegasan komitmen pembinaan olahraga di daerah. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Saiful Bachry, menekankan bahwa ajang ini memiliki nilai lebih dari sekadar perebutan gelar juara.
Menurutnya, turnamen yang berlangsung di Lapangan Tenis Ahmad Yani ini menjadi ruang strategis untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat sekaligus memperkuat jaringan antar-atlet.
“Turnamen ini bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini menjadi wadah pembinaan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan atlet,” ujarnya saat menyerahkan trofi kepada para pemenang, Minggu (3/5).
Ia menjelaskan, Dispora Kaltara terus mendorong agar kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan, dengan kualitas pelaksanaan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dinilai penting untuk menjaga ritme kompetisi sekaligus membuka peluang lahirnya atlet potensial dari daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa atlet-atlet Kaltara memiliki ruang untuk berkembang. Kompetisi seperti ini menjadi bagian dari proses itu, karena dari sini kita bisa melihat potensi, melakukan evaluasi, dan menyiapkan pembinaan yang lebih terarah,” jelasnya.
Saiful juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan turnamen, mulai dari panitia, peserta, hingga masyarakat yang turut memberikan dukungan. Ia menilai, keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai elemen.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui Dispora akan terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan olahraga, baik melalui penyelenggaraan event maupun peningkatan fasilitas dan program pembinaan.
“Kami berharap dari turnamen ini lahir atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di level nasional bahkan internasional. Itu menjadi tujuan jangka panjang yang terus kami dorong,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Saiful mengingatkan pentingnya menjaga semangat sportivitas sebagai nilai utama dalam olahraga, yang juga relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sportivitas itu bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam sikap dan perilaku kita. Itu yang ingin terus kita bangun melalui kegiatan olahraga seperti ini,” pungkasnya.













