TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP negeri tahun ajaran 2026/2027 siap digelar. Pendaftaran dilakukan secara penuh melalui sistem daring dan mulai dibuka pada 29 Juni mendatang.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan petunjuk teknis dan Surat Keputusan (SK) Panitia SPMB tingkat kota telah ditetapkan Wali Kota Tarakan sejak Maret lalu. Saat ini, pemerintah kota masih memfinalisasi SK zonasi yang menjadi dasar pembagian wilayah penerimaan peserta didik.
“SD itu sendiri kita akan buka untuk pendaftarannya mulai tanggal 29 Juni. Jadwal tersebut juga berlaku untuk jenjang SMP negeri di Kota Tarakan,” ujarnya, Kamis (11/6).
Tahapan pendaftaran diawali melalui jalur afirmasi dan mutasi pada 29-30 Juni. Selanjutnya, jalur domisili atau zonasi dibuka pada 1-3 Juli. Khusus jenjang SMP, jalur prestasi juga dibuka pada 29-30 Juni.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi http://spmb.tarakankota.go.id seperti tahun-tahun sebelumnya.
Untuk jenjang SD, kuota jalur domisili ditetapkan sebesar 70 persen, afirmasi 25 persen dan mutasi 5 persen. Sedangkan pada jenjang SMP, kuota jalur domisili sebesar 50 persen, afirmasi 20 persen, mutasi 5 persen dan jalur prestasi 25 persen.
Perubahan yang cukup menonjol pada pelaksanaan SPMB tahun ini terdapat pada jalur prestasi jenjang SMP. Disdik Tarakan mulai mengakomodasi hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa SD sebagai salah satu komponen penilaian.
“Yang menarik pada SPMB tahun ini adalah jalur prestasi SMP. Hasil tes kemampuan akademik siswa SD kini turut menjadi salah satu komponen yang diperhitungkan dalam seleksi,” jelas Edhy.
Siswa dengan kategori “Istimewa” akan memperoleh tambahan poin 50, sedangkan kategori “Baik” memperoleh poin 40. Kategori Istimewa diberikan kepada siswa yang meraih nilai numerasi dan literasi minimal 95 pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
Selain nilai TKA, nilai rapor kelas IV hingga VI semester awal serta prestasi akademik maupun nonakademik seperti OSN, FLS2N dan kejuaraan olahraga juga tetap menjadi komponen penilaian. Peserta didik dapat menggunakan komponen dengan bobot tertinggi.
Tahun ini, jumlah lulusan SD di Tarakan mencapai sekitar 4.191 siswa, sedangkan lulusan SMP sekitar 3.270 siswa. Mereka akan melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri maupun swasta yang tersedia di Kota Tarakan.
“Karena seluruh proses dilakukan secara online, kami mengimbau orang tua untuk memantau jadwal pelaksanaan SPMB dan menyiapkan dokumen persyaratan sejak awal agar tidak mengalami kendala saat pendaftaran dibuka,” tandasnya













