TARAKAN – Keberadaan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Tarakan dinilai memberikan kontribusi nyata dalam upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang hingga kini masih menjadi tantangan di daerah.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan program yang digagas pemerintah pusat tersebut menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Sapa Kaltara di RRI Tarakan dengan tema Peran Sekolah Rakyat dalam Pemerataan Pendidikan di Bumi Paguntaka.
Menurut Edhy, berdasarkan data terbaru, jumlah ATS di Kota Tarakan masih mencapai 2.816 anak. Angka tersebut terdiri dari anak yang putus sekolah, lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, hingga anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.
“Program Sekolah Rakyat ini sangat membantu daerah dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah. Di Tarakan sendiri masih terdapat 2.816 Anak Tidak Sekolah, baik yang putus sekolah, lulus tetapi tidak melanjutkan, maupun yang belum pernah bersekolah. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini rentan tidak memperoleh akses pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, kehadiran program tersebut sejalan dengan amanat konstitusi untuk menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga negara.
“Negara memiliki kewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, program seperti Sekolah Rakyat sangat penting untuk memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan belajar yang layak,” katanya.
Edhy berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan membantu pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Keberadaan Sekolah Rakyat sangat membantu kita dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk semua,” pungkasnya.













