Jumat, Juli 3, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Kaltara

Kuota SMA Favorit Penuh, Disdikbud Arahkan Siswa ke Sekolah Swasta

Redaksi by Redaksi
3 Juli 2026
in Kaltara, Pendidikan, Tarakan
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 kembali menunjukkan masih tingginya kesenjangan minat masyarakat terhadap sekolah negeri di Kalimantan Utara. Sejumlah sekolah yang selama ini berstatus favorit dipadati ribuan pendaftar hingga melebihi kapasitas, sementara beberapa SMA maupun SMK lainnya justru masih memiliki banyak kursi kosong. Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara memilih strategi pemerataan peserta didik dibanding menambah rombongan belajar (rombel).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalimantan Utara, Hasanuddin, mengungkapkan berdasarkan data sementara, jumlah pendaftar jenjang SMA mencapai sekitar 6.111 orang. Sementara itu, jumlah pendaftar SMK berada di kisaran 3.300 orang, sehingga total calon peserta didik yang mengikuti SPMB tahun ini mencapai sekitar 9.444 orang.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat masih terpusat pada sekolah-sekolah tertentu yang dianggap favorit. Akibatnya, terjadi penumpukan pendaftar di beberapa sekolah, sedangkan sekolah lain belum mampu memenuhi kuota penerimaan yang telah disediakan.

“Sekolah-sekolah favorit memang masih menjadi tujuan utama masyarakat. Akibatnya terjadi penumpukan pendaftar di sekolah tertentu, sementara sekolah lain masih memiliki daya tampung yang cukup besar,” ujarnya, Selasa (30/6).

Salah satu contoh yang paling menonjol terjadi di SMA Negeri 1 Tarakan. Hasanuddin menyebut hampir 300 calon peserta didik dipastikan tidak dapat diterima karena jumlah pendaftar jauh melampaui kapasitas sekolah.

“Di SMA Negeri 1 Tarakan misalnya, hampir 300 anak tidak bisa diterima karena memang daya tampungnya terbatas. Ini bukan karena sekolah menolak, tetapi memang kuota yang tersedia tidak mencukupi dibanding jumlah pendaftar,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, Disdikbud Kaltara terus melakukan upaya pemerataan dengan mengarahkan calon peserta didik ke sekolah lain yang masih memiliki kursi kosong. Langkah tersebut dinilai lebih realistis dibanding membuka rombongan belajar baru yang berpotensi menimbulkan persoalan dari sisi regulasi maupun kualitas layanan pendidikan.

Hasanuddin menegaskan penambahan rombel tidak dapat dilakukan hanya karena tingginya jumlah pendaftar. Kebijakan tersebut harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari ketersediaan ruang kelas, jumlah guru, beban kerja tenaga pendidik, sarana dan prasarana, hingga pemenuhan standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami tidak mungkin menambah rombel begitu saja. Ada banyak hal yang harus dipenuhi, mulai dari ruang kelas, jumlah guru, sarana prasarana hingga ketentuan dalam regulasi. Kalau dipaksakan, nanti justru melanggar aturan dan berdampak pada kualitas pembelajaran. Jadi kami tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan, Disdikbud Kaltara juga menyiapkan dukungan transportasi berupa bus sekolah di sejumlah daerah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik yang diarahkan ke sekolah dengan lokasi lebih jauh dari tempat tinggalnya.

“Kami berupaya mengarahkan siswa ke sekolah yang kuotanya masih tersedia. Bahkan di beberapa daerah sudah disiapkan bus sekolah agar persoalan jarak tidak lagi menjadi alasan masyarakat enggan memilih sekolah lain,” jelasnya.

Ia menilai pola pikir masyarakat yang masih berorientasi pada sekolah favorit menjadi tantangan yang perlu diatasi secara bertahap. Menurutnya, seluruh sekolah negeri pada dasarnya telah menjalankan kurikulum yang sama dan berada di bawah pembinaan pemerintah, sehingga kualitas layanan pendidikan terus diupayakan merata.

Karena itu, Hasanuddin berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat menjadi bahan evaluasi menyeluruh, baik terhadap regulasi maupun pola sosialisasi kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme penerimaan peserta didik, diharapkan tidak lagi muncul kesalahpahaman maupun penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu.

“Kami berharap pelaksanaan SPMB tahun ini menjadi bahan evaluasi bersama. Selain penyempurnaan regulasi, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar setiap perubahan kebijakan dapat dipahami sejak awal dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman saat proses penerimaan peserta didik berlangsung,” pungkasnya. (zac)

Previous Post

Kaltara Raih Predikat Provinsi Teraman Kedua, Gubernur Ajak Jaga Kebersamaan

Next Post

O2SN Jadi Ajang Seleksi Atlet Pelajar, Dispora Kaltara Bidik Prestasi Nasional

Redaksi

Redaksi

Next Post

O2SN Jadi Ajang Seleksi Atlet Pelajar, Dispora Kaltara Bidik Prestasi Nasional

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

O2SN Jadi Ajang Seleksi Atlet Pelajar, Dispora Kaltara Bidik Prestasi Nasional

3 Juli 2026

Kuota SMA Favorit Penuh, Disdikbud Arahkan Siswa ke Sekolah Swasta

3 Juli 2026

Kaltara Raih Predikat Provinsi Teraman Kedua, Gubernur Ajak Jaga Kebersamaan

2 Juli 2026

Pelukan Hangat Warnai HUT PP Polri, Gubernur Sampaikan Pesan Pengabdian

2 Juli 2026

Recent News

O2SN Jadi Ajang Seleksi Atlet Pelajar, Dispora Kaltara Bidik Prestasi Nasional

3 Juli 2026

Kuota SMA Favorit Penuh, Disdikbud Arahkan Siswa ke Sekolah Swasta

3 Juli 2026

Kaltara Raih Predikat Provinsi Teraman Kedua, Gubernur Ajak Jaga Kebersamaan

2 Juli 2026

Pelukan Hangat Warnai HUT PP Polri, Gubernur Sampaikan Pesan Pengabdian

2 Juli 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com