NUNUKAN – Mahasiswa didorong tidak hanya mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Potensi usaha dari ide kreatif dinilai dapat dikembangkan sejak masih berada di bangku kuliah, termasuk memanfaatkan peluang ekonomi yang terbuka di wilayah perbatasan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Bustan, S.E., M.Si., saat membuka kegiatan “Mahasiswa Ber-UMKM: Dari Ide Kreatif Menjadi Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi” di Aula Politeknik Negeri Nunukan, 24 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bustan mengajak mahasiswa mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Menurutnya, mahasiswa memiliki ruang yang cukup besar untuk mengembangkan gagasan kreatif menjadi kegiatan ekonomi yang bernilai.
“Kita ingin mahasiswa tidak hanya berpikir setelah lulus mencari pekerjaan, tetapi mulai membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja dari sekarang,” ujar Bustan.
Ia menilai Nunukan memiliki posisi strategis sebagai daerah perbatasan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan berbagai usaha kreatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
“Nunukan ini wilayah perbatasan. Peluang ekonomi kreatifnya sangat luas. Tinggal bagaimana mahasiswa mampu melihat peluang tersebut dan mengembangkan idenya,” katanya.
Menurut Bustan, perkembangan teknologi juga membuat pemasaran produk tidak lagi terbatas pada wilayah tempat usaha berdiri. Produk yang dikembangkan mahasiswa dapat dipasarkan lebih luas dengan memanfaatkan platform digital dan strategi pemasaran yang sesuai.
“Jangan hanya berpikir pasar kita di Nunukan. Dengan teknologi digital, produk yang dibuat bisa dipasarkan ke daerah lain, bahkan punya peluang untuk masuk ke pasar lintas batas,” jelasnya.
Karena itu, Bustan mendorong mahasiswa mulai membangun usaha sejak masih kuliah. Pengalaman mengelola usaha dinilai dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang bagi orang lain.
“Mulailah usaha kalian sejak di bangku kuliah. Jadilah bagian dari pemuda Kaltara yang mandiri secara ekonomi dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pesannya.
Untuk mendukung hal tersebut, Dispora Kaltara bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), perguruan tinggi dan perangkat daerah terkait mendorong terbentuknya ekosistem pendampingan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha.
Pendampingan tersebut mencakup pengembangan ide, pengurusan legalitas usaha hingga akses terhadap permodalan. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada tahap mencetuskan ide, tetapi mampu mengembangkannya menjadi usaha yang berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah keberanian untuk memulai. Ide yang bagus harus diwujudkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat,” pungkas Bustan.













