TARAKAN – Persaingan dalam pertandingan basket tidak hanya menguji kemampuan mencetak angka, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan sikap menghormati lawan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari proses pembinaan pelajar melalui olahraga, terutama ketika mereka mulai mengenal kompetisi sejak usia sekolah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. Bustan, S.E., M.Si., menilai penampilan peserta Borneo Law Fair XXV Basketball Competition menunjukkan persaingan yang membanggakan. Turnamen tersebut diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan.
Bustan mengatakan, pertandingan antarpelajar memperlihatkan persaingan yang ketat. Namun, selain kemampuan bermain, ia juga menyoroti pentingnya menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.
“Tadi secara kasatmata saya melihat hal yang sangat membanggakan. Saya lihat kompetisi yang sangat bagus, kompetitor antara SMP 1 yang ke SMP lainnya itu saya lihat ada ketat persaingan saya lihat tadi,” ujarnya.
Menurutnya, sikap peserta yang tetap menjunjung sportivitas menjadi hal positif yang harus dipertahankan. Kemenangan seharusnya tidak membuat pemain melupakan sikap saling menghormati dalam pertandingan.
“Tim yang juara tapi tetap saya lihat menjunjung tinggi sportivitas, sportivitas yang sangat luar biasa. Ini hal yang patut terus dijaga,” katanya.
Bustan menjelaskan, olahraga beregu seperti basket juga mengajarkan pemain untuk bekerja sama, menjaga ritme permainan, dan menjalankan peran masing-masing. Hal tersebut melatih kedisiplinan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagaimana satu tim ini bisa bergerak secara dinamis, kemudian bisa bertahan, mempertahankan ritme permainan, disiplin. Nah, ini kan tentu bisa menjadi hal yang positif,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter peserta, termasuk ketika mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Disiplin yang terbentuk melalui olahraga diharapkan berkembang menjadi integritas.
“Bagi mungkin nanti setelah lulus SMP, kemudian masuk SMA tetap mempertahankan disiplin dan nanti mungkin arahnya kepada integritas,” tuturnya.
Bustan menilai, pembinaan olahraga pelajar perlu didukung secara berkelanjutan agar kemampuan dan karakter atlet muda dapat berkembang bersamaan. Untuk itu, keterlibatan pemerintah daerah dan pihak swasta dibutuhkan dalam mendukung kegiatan olahraga di Tarakan maupun Kaltara secara luas.
“Saya yakin dan percaya insyaallah atlet-atlet yang sekarang ini terus akan berkembang. Dan ini perlu peran pemerintah, kolaborasi, ya, pemerintah provinsi Kalimantan Utara, pemerintah kota, kemudian bapak-bapak angkat, bapak-bapak asuh, ya, mungkin dari teman-teman sponsor,” pungkasnya.












