TARAKAN – Menyelesaikan pendidikan tinggi bukan berarti perjalanan belajar telah berakhir. Setelah memperoleh gelar, para lulusan dihadapkan pada tantangan baru untuk membangun kemandirian, mencari peluang kerja, dan menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama di bangku kuliah.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Politeknik Kaltara, Dr. Muhammad Aris, M.Kes., kepada para wisudawan dalam prosesi wisuda 2026, Rabu (14/10).
Di hadapan para lulusan dan orang tua, Aris menegaskan bahwa wisuda menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan sekaligus awal tanggung jawab baru bagi mahasiswa setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Pada hari ini secara resmi saya mengembalikan anak Bapak Ibu sekalian setelah menempuh pendidikan tiga tahun dan empat tahun di Politeknik Kaltara. Hari ini resmi kami kembalikan,” ucapnya.
Ia mengingatkan, setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan perlu mulai berusaha mandiri dan tidak hanya bergantung kepada orang tua. Bekal pendidikan yang telah diperoleh harus menjadi modal untuk melangkah ke tahap berikutnya, baik memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
“Tidak usah lagi minta uang kepada orang tua. Mereka sudah sarjana dan di kampus sudah dibekali. Kalau ada yang mau lanjut kuliah, tolong dibantu,” pesannya.
Menurut Aris, lulusan pendidikan vokasi telah memperoleh pembelajaran yang diarahkan pada penguasaan keterampilan sesuai bidang keahlian. Karena itu, para wisudawan diharapkan berani mencari kesempatan dan mampu memanfaatkan bekal tersebut dalam kehidupan profesional.

Politeknik Kaltara sendiri mewisuda 106 mahasiswa pada 2026. Sebanyak 65 orang berasal dari program studi Keperawatan, 39 orang dari Farmasi, dan dua orang dari Sarjana Terapan Promosi Kesehatan.
Untuk mempersiapkan lulusan menghadapi persaingan kerja, kampus menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), yaitu pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi. Mahasiswa memperoleh porsi praktik yang lebih besar agar keterampilan yang dimiliki tidak hanya sebatas pemahaman teori.
“Dengan jam praktik jauh lebih banyak dibandingkan teorinya. Pendidikan vokasi yang diharapkan adalah mereka siap untuk bersaing dengan alumni dari mana pun di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Pengalaman praktik mahasiswa juga diperkuat melalui kerja sama dengan mitra. Mahasiswa Keperawatan mendapatkan pengalaman lapangan di rumah sakit dengan pendampingan tenaga profesional, sedangkan mahasiswa Farmasi mempelajari obat-obatan kimia serta pengembangan obat herbal.
Aris menilai pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi sebelum mahasiswa benar-benar terjun ke dunia kerja. Lulusan diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh sekaligus terus meningkatkan keterampilan sesuai perkembangan kebutuhan profesi.
Selain pembelajaran, Politeknik Kaltara juga memberikan perhatian terhadap akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa dari kementerian, mitra, dan institusi.
Sementara itu, Ketua Panitia Wisuda 2026 sekaligus Wakil Direktur II Politeknik Kaltara, Mulyadi, M.Kes., berharap para lulusan tetap menjaga nama baik almamater dan tidak berhenti berupaya setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami harapkan kepada para wisudawan untuk menjaga nama baik almamater, terus mencari peluang kerja, dan yang berniat untuk melanjutkan pendidikan lebih lanjut, kami persilakan,” ujarnya.
Ia menyebut wisuda menjadi bagian dari perjalanan institusi dalam menghasilkan tenaga profesional yang diharapkan dapat memberikan kontribusi di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini Politeknik Kaltara kembali mewisuda lulusan-lulusannya dari tiga prodi, yakni Sarjana Terapan Promosi Kesehatan, Keperawatan, dan Farmasi,” katanya.
Bagi para lulusan, tantangan berikutnya adalah membuktikan kemampuan melalui tindakan nyata. Dengan keterampilan yang telah diperoleh, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian mencari peluang, mereka diharapkan dapat membangun masa depan secara mandiri sekaligus memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat.












