TANJUNG SELOR – Partai puncak Hardiknas Mini Soccer Championship 2026 di Lapangan Aryaguna, Kamis (30/4) malam, berlangsung dalam tensi tinggi. Tim Satuan Pendidikan Kabupaten Malinau keluar sebagai juara setelah menaklukkan Kabupaten Bulungan dengan skor 8-5.
Malinau langsung tampil menekan sejak menit awal dan mampu mengamankan keunggulan 5-3 di babak pertama. Bulungan yang tertinggal tidak tinggal diam. Mereka bangkit di paruh kedua, mencetak gol demi gol hingga berhasil menyamakan kedudukan dan membuat jalannya pertandingan semakin terbuka.
Saat laga memasuki fase krusial, Malinau kembali menunjukkan efektivitas permainan. Serangan cepat yang dibangun mampu dimaksimalkan dengan baik hingga akhirnya memastikan kemenangan 8-5.
Sebelum laga final, pertandingan ekshibisi antara tim Gubernur dan tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara turut menyemarakkan suasana. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan tipis tim Gubernur 3-2 setelah sebelumnya imbang 1-1 di babak pertama.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara, Saiful Bachry, menyoroti turnamen ini sebagai bagian dari upaya mendorong budaya olahraga di lingkungan tenaga pendidik, sekaligus memperluas pembinaan olahraga secara lebih merata.
Menurutnya, keterlibatan para tenaga pendidik dalam ajang seperti ini menjadi contoh penting dalam membangun gaya hidup aktif dan sehat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kita mendorong budaya olahraga, tidak hanya di kalangan atlet, tetapi juga di lingkungan pendidikan. Ini penting sebagai contoh bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia juga menilai turnamen ini bisa menjadi pintu masuk untuk menjaring potensi, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di daerah.
“Dari kegiatan seperti ini kita bisa melihat potensi yang ada. Ke depan tentu perlu terus didorong agar pembinaan olahraga bisa berjalan lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.
Turnamen Hardiknas Mini Soccer Championship diharapkan terus berkembang sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan budaya olahraga di Kalimantan Utara.













