TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kembali menegaskan arah pembangunan yang tak hanya bertumpu pada infrastruktur dasar, tetapi juga pada penguatan sektor olahraga, lewat peresmian lapangan tenis semi indoor di Tanjung Selor yang kini resmi beroperasi setelah proses revitalisasi rampung, Kamis (30/4/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menandai berfungsinya fasilitas olahraga yang dibangun menggunakan anggaran lebih dari Rp4,5 miliar dari APBD 2025 dan diselesaikan pada 2026. Kehadiran lapangan ini sekaligus menjadi yang pertama dengan konsep semi indoor di wilayah Kaltara.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara menilai fasilitas tersebut sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sarana olahraga, sekaligus membuka ruang pembinaan atlet yang lebih terarah. Kepala Bidang Olahraga Dispora Kaltara menyebut, lapangan tersebut telah melalui proses serah terima dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini lapangan tenis semi indoor sudah resmi. Penandatanganan serah terima juga sudah dilakukan, sehingga fasilitas ini sudah bisa digunakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan lapangan ini berangkat dari usulan Pemerintah Kabupaten Bulungan yang kemudian direspons oleh Pemprov Kaltara melalui dukungan anggaran dan pelaksanaan pembangunan.
“Ini merupakan permohonan dari Bupati Bulungan yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi. Hasilnya sekarang sudah bisa kita lihat bersama sebagai salah satu fasilitas yang cukup representatif di Kaltara,” katanya.
Meski dibangun oleh pemerintah provinsi, aset lapangan tersebut tetap menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bulungan. Dengan demikian, mekanisme penggunaan hingga pengelolaan akan mengikuti regulasi daerah setempat.
“Penggunaan tentu diatur melalui perda Kabupaten Bulungan, karena asetnya milik daerah. Kami dari provinsi hanya membantu dari sisi pembangunan sarana dan prasarana,” jelasnya.
Sebagai fasilitas semi indoor pertama di Kaltara, lapangan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ruang aktivitas olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet tenis potensial yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Kami berharap fasilitas ini bisa dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal. Harapannya, dari sini akan lahir atlet-atlet tenis berprestasi yang membawa nama daerah,” pungkasnya.













