MAKASSAR – Tersangka utama kasus dugaan penyekapan dan kekerasan terhadap mahasiswi asal Kalimantan Utara berinisial FR (33), kini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Ia dilarikan ke fasilitas kesehatan tersebut pada dini hari Minggu (17/5/2026), setelah mengalami luka tembak di bagian kaki kiri. Kejadian ini berlangsung sehari setelah pelaku berhasil diamankan pihak kepolisian di wilayah Surabaya, Jawa Timur.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kasubnit 2 Jatanras Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi Gaffar, insiden tersebut bermula saat tersangka dibawa ke lokasi kejadian perkara (TKP) guna melakukan proses pemeriksaan dan rekonstruksi. Di tengah proses tersebut, tersangka diketahui berusaha keras melepaskan diri dan melarikan diri dari pengawalan. Menghadapi upaya pelarian itu, petugas di lapangan mengambil langkah tegas namun tetap terukur hingga akhirnya pelaku terkena tembakan di bagian kakinya.
“Saat tersangka kami bawa untuk pengecekan di TKP Makassar, dia justru berusaha melarikan diri. Karena membahayakan dan tidak menurut, anggota mengambil tindakan tegas dan terukur, sehingga tersangka terkena tembakan di kaki kiri,” ungkap Ipda Supriadi Gaffar.
Selain mengamankan pelaku, tim penyidik juga berhasil menyita sejumlah barang bukti penting. Salah satunya adalah perangkat telepon genggam yang ditemukan saat penggeledahan di lokasi penangkapan di Surabaya. Perangkat tersebut diduga kuat merupakan alat yang digunakan pelaku untuk menyebarkan informasi lowongan pekerjaan palsu berkedok asisten rumah tangga atau pengasuh anak di media sosial Facebook, yang menjadi modus utama menjebak korbannya.
Sementara itu, penelusuran terkait barang-barang milik korban yang sebelumnya dibawa kabur oleh pelaku juga membuahkan hasil. Pihak kepolisian berhasil menemukan sisa barang bukti berupa telepon genggam dan sepeda motor milik korban di wilayah Takalar, Sulawesi Selatan. Barang-barang tersebut ternyata sudah sempat dijual oleh pelaku setelah ia mengambil paksa dari korban, namun berkat penyelidikan mendalam, aset tersebut akhirnya terlacak dan kini menjadi bagian dari berkas perkara.
Kini, tersangka yang dalam kondisi terluka itu menjalani pemulihan medis di bawah pengawasan ketat aparat. Setelah kondisi dinyatakan stabil, pelaku akan kembali diserahkan ke tim penyidik untuk mempertanggungjawabkan seluruh rangkaian tindak pidana yang telah dilakukannya di hadapan hukum.













