TARAKAN – Seekor sapi jenis Limusin berbobot sekitar 1,5 ton asal Kota Tarakan terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Hari Raya Iduladha 2026. Sapi berukuran jumbo milik peternak di Kelurahan Karang Harapan itu dibeli dengan harga mencapai Rp105 juta setelah dinilai memenuhi standar kualitas dari tim kepresidenan.
Sapi tersebut menjadi perhatian karena ukuran tubuhnya yang jauh lebih besar dibanding sapi pada umumnya. Selain memiliki postur besar, hewan itu juga dinilai unggul dari sisi kesehatan dan kondisi fisik sehingga lolos dalam proses seleksi yang dilakukan pemerintah.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Paulus, mengatakan Tarakan kembali dipercaya menyiapkan satu ekor sapi untuk kurban Presiden tahun ini.
“Tahun ini Tarakan mendapatkan jatah satu ekor. Jenisnya adalah sapi Limusin, yang kualitas dan ukurannya memang yang terbaik yang kami miliki,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Menurut Paulus, pemerintah pusat melalui pihak kepresidenan meminta setiap daerah mengusulkan hewan kurban terbaik yang dimiliki. Karena itu, pihaknya melakukan penelusuran dan pemeriksaan ke sejumlah peternakan di Tarakan sebelum menentukan pilihan.
“Dalam petunjuk dari pihak kepresidenan memang diamanatkan agar kita mengupayakan hewan yang paling besar dan berkualitas yang ada di daerah. Oleh karena itu, kami melakukan penelusuran dan seleksi ketat ke sejumlah peternakan di wilayah Tarakan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, sapi milik warga Karang Harapan dinilai paling memenuhi syarat. Ukuran tubuhnya yang besar disebut menjadi salah satu keunggulan utama hingga akhirnya dipilih menjadi hewan kurban Presiden.
“Hasil penilaian memang jatuh pada sapi ini karena secara fisik paling memenuhi syarat. Sangat istimewa kualitasnya. Ukurannya besar sekali, sampai-sampai siapa saja yang melihat pasti akan merasa takjub,” tuturnya.
Selain ukuran tubuh yang mencolok, nilai jual sapi tersebut juga tergolong tinggi. Berdasarkan hasil rapat daring bersama pihak kepresidenan, harga sapi Limusin itu disepakati sebesar Rp105 juta.
“Kesepakatan harga terjadi saat pertemuan daring dengan pihak kepresidenan, disepakati angka Rp105 juta. Itu sudah termasuk pajak dan segala keperluan lain seperti biaya transportasi dan persiapan pengiriman,” jelas Paulus.
Ia menambahkan, sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden, sapi tersebut juga menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk memastikan kondisinya layak dan bebas dari penyakit hewan menular.
Terpilihnya sapi asal Tarakan sebagai hewan kurban Presiden dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Selain menunjukkan kualitas peternakan lokal, capaian tersebut juga diharapkan mampu memotivasi peternak lain untuk terus meningkatkan mutu ternak mereka.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Tarakan karena hewan ternak dari daerah kita bisa dipercaya dan diakui kualitasnya hingga tingkat nasional,” pungkasnya.












