TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan pusat olahraga di Kalimantan Utara mulai diarahkan pada tahap persiapan yang lebih konkret. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara kini mendapat tugas untuk mengawal proses tersebut, termasuk menyiapkan sejumlah dokumen dan memastikan lahan yang akan digunakan.
Rencana itu disampaikan Kepala Dispora Kaltara, Dr. Bustan, saat memaparkan program kerja di hadapan Komisi IV DPRD Kaltara.
Bustan mengatakan pembangunan sport center menjadi salah satu agenda yang sedang didorong setelah adanya arahan dari Gubernur Kaltara. Namun, proses tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak karena tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dispora.
“Kurang lebih dua bulan setengah ini kami mendapat tugas untuk mengawal terwujudnya pembangunan sport center. Kami mohon dukungan anggota Dewan karena kami tidak bisa sendiri untuk mewujudkannya,” kata Bustan.
Menurutnya, sejumlah tahapan awal telah dilakukan. Salah satunya dengan menyiapkan dokumen pendukung berupa studi kelayakan. Kendati demikian, masih terdapat sejumlah kebutuhan teknis yang harus diselesaikan sebelum pembangunan dapat masuk ke tahapan berikutnya.
Dokumen desain engineering menjadi salah satu bagian yang masih perlu dipersiapkan. Dispora Kaltara juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan rencana pembangunan tersebut memenuhi ketentuan yang diperlukan.
Bustan menjelaskan, koordinasi akan dilakukan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Rekomendasi dari kementerian tersebut nantinya menjadi salah satu bagian dalam proses pengajuan menuju Kementerian Pekerjaan Umum.
“Untuk prosesnya tentu perlu koordinasi. Ada tahapan yang harus kami lalui, termasuk rekomendasi dari Kemenpora sebelum masuk pada proses selanjutnya,” ujarnya.
Dari sisi lokasi, Dispora Kaltara menyebut lahan yang dipersiapkan berada di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM). Luas lahan yang tengah diidentifikasi sekitar 23 hektare.
Namun, lahan tersebut masih membutuhkan proses pematangan. Karena itu, kesiapan lokasi juga menjadi bagian yang harus diperhatikan sebelum pembangunan fasilitas olahraga dilaksanakan.
“Kami akan mengidentifikasi lahan yang disediakan kurang lebih 23 hektare. Kemudian arahan dari Kemenpora, kami juga diminta menyiapkan data terkait cabang olahraga unggulan,” tuturnya.
Menurut Bustan, data mengenai cabang olahraga unggulan dibutuhkan agar pembangunan sport center dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan olahraga di Kaltara. Dengan demikian, fasilitas yang dibangun nantinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung pembinaan atlet.
Rencana pembangunan sport center tersebut menjadi bagian dari program Dispora Kaltara dalam memperkuat sarana dan prasarana olahraga. Pemerintah daerah juga membutuhkan dukungan DPRD untuk memastikan proses perencanaan hingga pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan.
Selain pembangunan fasilitas, Dispora Kaltara tetap menempatkan pembinaan pemuda dan olahraga sebagai program jangka panjang. Bustan menyebut kedua sektor tersebut memiliki kaitan dengan penyiapan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Dinas ini punya peran strategis dalam pencapaian Indonesia Emas 2045. Bidang pemuda perlu menjadi perhatian, begitu juga bidang olahraga, khususnya terkait prestasi, mulai dari proses pembinaan hingga pencapaian prestasi,” jelasnya.













