TARAKAN – Pembinaan atlet di Kalimantan Utara mulai diarahkan pada persiapan menghadapi rangkaian kompetisi olahraga nasional dalam beberapa tahun ke depan. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara kini menyiapkan pemetaan cabang olahraga yang dinilai memiliki potensi untuk menjadi andalan daerah.
Persiapan tersebut menjadi bagian dari program yang dipaparkan Kepala Dispora Kaltara, Dr. Bustan, di hadapan Komisi IV DPRD Kaltara, Jumat (11/9).
Menurut Bustan, penentuan cabang olahraga unggulan tidak dilakukan hanya berdasarkan perkiraan. Dispora akan melihat proses pembinaan serta rekam prestasi atlet untuk menentukan cabang olahraga yang perlu mendapat perhatian lebih dalam persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.
“Bidang olahraga, khususnya terkait prestasi, mulai dari proses pembinaan hingga pencapaian prestasi, harus menjadi perhatian,” ujar Bustan.
Pemetaan cabang olahraga tersebut juga berkaitan dengan persiapan menghadapi Pra-PON 2027. Sejumlah cabang olahraga akan menjalani tahapan kompetisi di beberapa daerah sebagai bagian dari proses menuju agenda olahraga nasional berikutnya.
Bustan menyebut pelaksanaan Pra-PON 2027 akan berlangsung di sejumlah wilayah, di antaranya Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jakarta.
Karena itu, persiapan atlet tidak hanya berkaitan dengan keikutsertaan dalam pertandingan. Dispora juga perlu memastikan cabang olahraga yang dikirim memiliki pembinaan yang terarah serta atlet yang siap mengikuti tahapan kompetisi.
“Dari Kemenpora kami juga diminta menyiapkan data terkait cabang olahraga unggulan,” tuturnya.
Data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun arah pembinaan sekaligus melihat kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Evaluasi prestasi atlet juga diperlukan agar program pembinaan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan target yang ingin dicapai.
Selain persiapan Pra-PON 2027, Dispora Kaltara juga mulai melihat agenda olahraga pada 2028. Bustan menyebut terdapat pembagian lokasi pelaksanaan berdasarkan cabang olahraga.
Untuk cabang olahraga renang, pelaksanaan pada 2028 akan dipusatkan di Jakarta. Sementara cabang olahraga lainnya direncanakan berlangsung di NTB dan NTT.
Di tengah persiapan tersebut, Dispora Kaltara juga harus mengelola dukungan terhadap berbagai organisasi olahraga dan kepemudaan. Di antaranya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), organisasi olahraga disabilitas, Kwarda Pramuka dan National Paralympic Committee (NPC).
Bustan mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menjalankan seluruh program. Pagu anggaran Dispora Kaltara pada 2026 tercatat sekitar Rp18,57 miliar dan mengalami efisiensi sekitar Rp1,32 miliar.
“Pagu anggaran kami tahun 2026 sebesar Rp18.578.880.060. Kemudian ada efisiensi atau pengurangan sebesar Rp1.326.958.218,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, penyusunan prioritas pembinaan menjadi penting agar sumber daya yang tersedia dapat diarahkan pada kebutuhan yang paling relevan. Termasuk menentukan cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi dan membutuhkan pembinaan berkelanjutan.
Persiapan menuju Pra-PON 2027 pun diharapkan tidak hanya berorientasi pada keikutsertaan. Pemetaan sejak awal menjadi bagian dari upaya memastikan atlet Kaltara memperoleh pembinaan yang sesuai sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.












