TARAKAN – Guncangan gempa bumi magnitudo 5,3 yang terjadi Selasa (6/10) malam, sempat dirasakan warga di Tarakan. Namun, lokasi pusat gempa berada di luar wilayah Indonesia sehingga guncangan yang sampai ke Tarakan relatif lemah.
Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, mengatakan pusat gempa berada di perairan Semporna, Malaysia. Lokasinya sekitar 222 kilometer timur laut Tarakan dan sekitar 100 kilometer dari Nunukan.
“Pusat gempanya itu di perairan Sempoerna, Malaysia. Jaraknya lebih dari 200 kilometer dari Tarakan dan sekitar 100 kilometer dari Nunukan. Memang kedalamannya dangkal, tapi karena lokasinya jauh, dampak guncangan di Tarakan hanya dirasakan sekitar 2 hingga 3 MMI,” ujarnya.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berada pada kedalaman sekitar 10 kilometer dengan koordinat 4,94 Lintang Utara (LU) dan 118,77 Bujur Timur (BT). Kedalaman yang tergolong dangkal membuat energi gempa tetap dapat dirasakan hingga wilayah Kaltara.
Meski demikian, jarak pusat gempa yang cukup jauh membuat intensitas guncangan di Tarakan rendah. Sulam mengibaratkan sensasi guncangan yang dirasakan warga seperti getaran akibat kendaraan berat yang melintas di sekitar rumah.
Ia memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Kalimantan Utara.
Menurutnya, penyebutan lokasi gempa yang menggunakan nama wilayah seperti Tarakan atau Tana Tidung juga dapat menimbulkan persepsi bahwa pusat gempa berada di wilayah tersebut. Padahal, penamaan dalam informasi awal gempa mengacu pada lokasi sensor terdekat.
“Sensor gempa nasional terdekat berada di Tarakan, jadi rujukan penamaannya otomatis menggunakan sensor itu. Padahal kalau dilihat dari garis lintangnya, posisinya sudah jauh di luar batas wilayah Indonesia,” tuturnya.
Sulam mengingatkan masyarakat tidak perlu panik. Informasi mengenai gempa sebaiknya mengacu pada keterangan resmi BMKG, terutama terkait lokasi pusat gempa, kedalaman, kekuatan guncangan, dan potensi tsunami.












