TARAKAN – Guncangan gempa bumi dari wilayah Sabah, Malaysia, dirasakan hingga sejumlah daerah di Kalimantan Utara (Kaltara), Selasa (6/10) malam. Gempa bermagnitudo 5,0 tersebut tercatat terjadi pukul 21.11 WITA dengan sumber gempa berada di daratan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berada pada kedalaman 13 kilometer. Hasil pemutakhiran menunjukkan episenter berada di koordinat 5,05 derajat Lintang Utara dan 118,85 derajat Bujur Timur.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Andi Azhar Rusdin mengatakan, lokasi gempa berada cukup jauh dari Tarakan, tetapi getarannya tetap dirasakan di beberapa wilayah Kaltara.
“Pusat gempa berada sekitar 234 kilometer arah timur laut Tarakan, Kalimantan Utara,” ujar Andi.
Dia menjelaskan, kedalaman gempa yang relatif dangkal membuat guncangan lebih mudah dirasakan di wilayah sekitar episenter. Analisis BMKG juga menunjukkan gempa berkaitan dengan aktivitas sesar aktif.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelasnya.
Berdasarkan analisis mekanisme sumber, pergerakan pada gempa tersebut menunjukkan karakter sesar naik.
“Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault,” lanjut Andi.
Dampak guncangan paling terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan. Berdasarkan estimasi shakemap dan laporan masyarakat, Sebatik Utara, Sebatik Timur, dan Sebatik Tengah merasakan getaran pada skala III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan cukup nyata di dalam rumah. Sensasinya juga dapat menyerupai getaran yang ditimbulkan kendaraan berat yang melintas.
Sementara di Kota Tarakan, intensitas guncangan berada pada kisaran II hingga III MMI. Getaran pada skala tersebut umumnya dirasakan oleh sebagian masyarakat, terutama mereka yang berada di dalam bangunan.
Meski guncangan dirasakan hingga wilayah Kaltara, BMKG memastikan gempa tidak menimbulkan ancaman tsunami.
“Berdasarkan pemodelan yang dilakukan, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Andi.
BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan aktivitas gempa susulan. Hingga pukul 21.25 WITA, belum terdeteksi adanya gempa bumi susulan dari peristiwa tersebut.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Andi juga mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi bangunan setelah gempa, terutama apabila terdapat kerusakan atau retakan.
“Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang terverifikasi,” pungkasnya.












