TARAKAN – Pembangunan sport center menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi olahraga daerah. Di tengah keterbatasan fasilitas olahraga terpadu, pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan seluas 23 hektare di kawasan KBM. Dukungan anggaran juga berpeluang meningkat signifikan pada tahun depan setelah adanya komitmen yang diterima Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara.
Kepala Dispora Kaltara Dr Bustan mengatakan, rencana pembangunan fasilitas olahraga tersebut telah disampaikan dalam forum nasional yang membahas kebijakan kepemudaan dan keolahragaan. Dalam kesempatan itu, pihaknya membawa aspirasi Gubernur Kaltara mengenai kebutuhan sarana olahraga yang memadai di daerah.
“Kaltara ini belum punya aset fasilitas olahraga terpadu. Kita sudah siapkan lahan 23 hektare di KBM. Harapannya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan,” ujarnya.
Menurut Bustan, kesiapan lahan menjadi salah satu langkah awal yang dilakukan pemerintah daerah agar rencana pembangunan tersebut dapat ditindaklanjuti pemerintah pusat. Kemenpora nantinya berperan memberikan rekomendasi, sedangkan pelaksanaan pembangunan menjadi kewenangan Kementerian PU.
Di sisi lain, Dispora Kaltara juga menerima komitmen peningkatan anggaran hingga empat kali lipat dibandingkan tahun ini. Peluang tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pengembangan olahraga di Kaltara, termasuk pemenuhan kebutuhan fasilitas penunjang pembinaan atlet.
Meski demikian, Bustan menjelaskan, pembangunan sport center tidak berarti seluruh cabang olahraga (cabor) akan langsung memperoleh fasilitas masing-masing. Pemerintah daerah perlu menentukan cabang olahraga unggulan dan mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur yang paling mendesak.
“Tidak semua cabor yang akan dibangun fasilitasnya. Daerah diminta mengusulkan cabang olahraga unggulan. Jadi, kita harus memetakan cabor mana saja yang menjadi unggulan di Provinsi Kalimantan Utara,” jelasnya.
Untuk menentukan prioritas tersebut, Dispora Kaltara akan berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pendataan diperlukan untuk mengetahui cabang olahraga yang belum memiliki fasilitas memadai sehingga usulan pembangunan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
“Nanti tim teknis saya akan mencoba berkolaborasi dengan KONI. Saya akan minta data cabor-cabor mana saja yang belum memiliki fasilitas infrastruktur. Itu yang akan kita usulkan ke kementerian,” katanya.
Dengan lahan yang telah disiapkan dan peluang penambahan anggaran tersebut, Bustan berharap rencana pembangunan sport center dapat bergerak ke tahap berikutnya. Penentuan cabang olahraga prioritas dan koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi bagian penting agar fasilitas yang dibangun nantinya sesuai dengan kebutuhan pembinaan olahraga di Kaltara.
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
FOTO : Kepala Dispora Kaltara Dr Bustan.
Kaltara Siapkan Lahan Sport Center, Anggaran Dispora Diproyeksi Naik Empat Kali Lipat
TARAKAN – Pembangunan pusat olahraga terpadu di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai diarahkan pada kesiapan lahan dan dukungan anggaran. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara telah menyiapkan lahan seluas 23 hektare di kawasan KBM untuk rencana pembangunan sport center. Di saat yang sama, Dispora menerima komitmen peningkatan anggaran hingga empat kali lipat dari alokasi tahun ini.
Kepala Dispora Kaltara Dr Bustan mengatakan, rencana pembangunan sport center tersebut telah disampaikan dalam forum nasional terkait kebijakan kepemudaan dan keolahragaan. Dalam forum itu, ia turut menyampaikan kebutuhan Kaltara akan fasilitas olahraga yang dapat menunjang pembinaan atlet.
“Kaltara, Provinsi Kaltara, belum punya aset fasilitas olahraga. Kita sudah siapkan lahan 23 hektare di KBM supaya Kemenpora memberikan rekomendasi kepada Kementerian PU yang menjadi kementerian teknis untuk membangun,” ujarnya.
Bustan menjelaskan, pembangunan fasilitas olahraga nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Tidak semua cabang olahraga akan langsung difasilitasi melalui pembangunan tersebut. Karena itu, pemerintah daerah perlu menentukan cabang olahraga unggulan yang layak diprioritaskan.
“Tidak semua cabor yang akan dibangun fasilitasnya. Daerah diminta mengusulkan cabang olahraga unggulan. Jadi, kita harus memetakan cabor mana saja yang menjadi unggulan di Provinsi Kalimantan Utara,” jelasnya.
Untuk menyusun usulan tersebut, Dispora Kaltara akan berkoordinasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pendataan akan difokuskan pada cabang olahraga yang belum memiliki sarana dan prasarana memadai untuk mendukung latihan serta pembinaan atlet.
“Nanti tim teknis saya akan mencoba berkolaborasi dengan KONI. Saya akan minta data cabor-cabor mana saja yang belum memiliki fasilitas infrastruktur. Itu yang akan kita usulkan ke kementerian,” katanya.
Sementara itu, terkait anggaran, Bustan menyebut Dispora Kaltara menerima komitmen peningkatan hingga empat kali lipat dibandingkan tahun ini. Tambahan anggaran tersebut menjadi peluang untuk memperkuat program pengembangan olahraga daerah. Namun, pembangunan sport center tetap membutuhkan tindak lanjut melalui koordinasi lintas kementerian, terutama karena Kementerian PU menjadi pihak teknis yang menangani pembangunan.
Dengan lahan yang telah disiapkan, Dispora Kaltara kini perlu mematangkan pemetaan kebutuhan fasilitas dan menentukan cabang olahraga prioritas. Langkah tersebut menjadi dasar untuk mengajukan dukungan pembangunan kepada pemerintah pusat.













