MAKASSAR – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, bergerak cepat merespons kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang mahasiswi asal Kalimantan Utara di Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam kunjungannya ke Makassar, Zainal melakukan pertemuan langsung dengan Kapolda Sulawesi Selatan, Djuhandhani Rahardjo Puro, guna meminta pengawalan khusus terhadap penanganan kasus tersebut.
Pertemuan itu membahas langkah penegakan hukum, perlindungan korban, hingga percepatan pengejaran terhadap pelaku yang hingga kini masih buron. Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memberikan perhatian serius terhadap keselamatan putra-putri daerah yang sedang menempuh pendidikan di luar wilayah.
Menurut Zainal, kasus tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa karena menyangkut keamanan warga daerah yang sedang menjalani pendidikan. Ia meminta proses hukum dilakukan secara transparan dan tegas agar korban memperoleh rasa keadilan.
“Kami ingin penanganan kasus ini berjalan serius, terbuka, dan memberikan perlindungan penuh kepada korban. Pelaku harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Zainal.
Usai bertemu Kapolda Sulsel, gubernur langsung mendatangi korban di asrama putri tempat korban sementara tinggal. Kedatangannya bertujuan memberikan dukungan moril sekaligus memastikan kondisi korban mendapatkan perhatian dan pendampingan yang layak pascakejadian.
Dalam pertemuan itu, Zainal menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang dialami korban. Ia juga memastikan pemerintah provinsi akan terus mengawal proses pemulihan korban, baik dari sisi keamanan maupun pendampingan psikologis agar korban dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah korban diduga mengalami penyekapan dan kekerasan di Makassar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memastikan tidak akan tinggal diam dan akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian hingga proses hukum terhadap pelaku selesai.
“Korban tidak sendiri. Pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan, pendampingan, dan keadilan benar-benar diberikan sampai kasus ini tuntas,” tegasnya.













