TARAKAN – Tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat ternyata belum sepenuhnya memengaruhi semangat warga Kota Tarakan untuk berkurban pada Iduladha 1447 Hijriah. Meski jumlah hewan kurban di sejumlah titik mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya, Muhammadiyah Kalimantan Utara (Kaltara) menilai kepedulian sosial masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kaltara, Syamsi Sarman mengatakan hingga saat ini jumlah hewan kurban yang terkumpul di lingkungan Muhammadiyah Tarakan mencapai 37 ekor sapi dan 9 ekor kambing. Hewan kurban tersebut tersebar di sejumlah masjid, sekolah, dan pesantren Muhammadiyah di empat wilayah cabang Tarakan.
“Walaupun sekarang kondisi ekonomi sudah terasa berat, harga-harga naik, kemudian ada pengaruh konflik Timur Tengah, isu BBM dan persoalan ekonomi lainnya, kita masih melihat masyarakat tetap mau menyalurkan kurban,” ujarnya, Selasa (26/5).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap sesama masih cukup tinggi meski berada di tengah tekanan ekonomi.
“Ibadah kurban itu ibadah sosial murni. Jadi ini bentuk kepedulian kepada sesama. Tidak ada persembahan daging untuk Allah, tetapi bagaimana masyarakat saling berbagi,” katanya.
Syamsi mengakui jumlah hewan kurban tahun ini memang mengalami penurunan di beberapa titik dibanding beberapa tahun sebelumnya. Namun hampir seluruh masjid Muhammadiyah di Tarakan tetap melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
“Kalau dibanding tahun-tahun lalu memang ada penurunan. Biasanya ada yang sampai 10 sapi, sekarang mungkin tinggal empat atau lima. Tapi tetap ada. Itu artinya kepedulian masyarakat kita masih bagus,” ujarnya.
Di wilayah PCM Tarakan Timur, Masjid Al-Amin menjadi lokasi dengan jumlah hewan kurban terbanyak yakni 10 ekor sapi dan 1 kambing. Sementara SD Muhammadiyah 2 menerima 2 ekor sapi dan Masjid Al-Mujtahida menerima 10 ekor sapi.
Untuk wilayah PCM Tarakan Tengah, Kompleks Perguruan Selumit menerima 1 ekor sapi dan 3 kambing, sedangkan Masjid Al-Firdaus menerima 1 ekor sapi dan 2 kambing.
Kemudian PCM Tarakan Barat melalui Masjid Ibadurrahman menerima 3 ekor sapi. Sementara PCM Tarakan Utara mencatat Masjid AR Fachruddin menerima 5 ekor sapi dan 3 kambing, serta Lazismu Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tarakan menerima 5 ekor sapi.
Selain pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Muhammadiyah Tarakan juga telah menyiapkan sejumlah titik pelaksanaan Salat Iduladha di Kota Tarakan. Lokasi yang dipersiapkan di antaranya Masjid Al-Amin, kawasan Pelabuhan Tengkayu, halaman SMA Negeri 1 Tarakan, Masjid Al-Mujtahida, Masjid AR Fachruddin hingga Masjid Ibadurrahman.
Muhammadiyah juga menyiapkan lokasi cadangan apabila cuaca tidak memungkinkan pelaksanaan salat di lapangan terbuka.
“Masing-masing sudah ada titik kumpul dan lokasi cadangannya. Jadi semua yang di lapangan sudah diantisipasi,” jelasnya.
Di sisi lain, Muhammadiyah Tarakan menyambut positif pelaksanaan Iduladha tahun ini yang berlangsung serentak antara pemerintah, NU, Muhammadiyah hingga Arab Saudi. Menurutnya, kesamaan momentum tersebut menjadi hal yang patut disyukuri karena dapat mempererat persatuan umat Islam.
“Dari sisi kebangsaan, mudah-mudahan ini bisa semakin merekatkan persatuan kita, khususnya umat Islam dan masyarakat secara umum,” pungkasnya.












