Jumat, Juli 10, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online
HeadlineKU
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini
No Result
View All Result
HeadlineKU
No Result
View All Result
Home Kaltara

Akademisi Soroti Hilangnya Angkutan Umum, Dinilai Hambat Efisiensi Ekonomi Daerah

Redaksi by Redaksi
9 Juli 2026
in Kaltara, Tarakan
Share on FacebookShare on Twitter

TARAKAN – Hilangnya angkutan umum dari jalanan Kota Tarakan dinilai tidak sekadar mencerminkan perubahan pilihan transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi indikator melemahnya sistem transportasi publik yang berdampak terhadap efisiensi ekonomi daerah. Ketergantungan pada kendaraan pribadi dinilai memicu berbagai persoalan, mulai dari meningkatnya konsumsi bahan bakar, risiko kecelakaan, hingga bertambahnya beban pemerintah dalam penyediaan infrastruktur.

Akademisi ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT), Dr. Margiyono, SE., M.Si., mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, semakin sulitnya menemukan angkutan kota menunjukkan bahwa moda transportasi publik di Tarakan perlahan menghilang tanpa adanya pengganti berupa sistem transportasi massal yang memadai.

“Fenomena ini sudah terjadi sejak lama. Sekarang masyarakat maupun pendatang semakin sulit menemukan angkutan kota karena jumlahnya terus berkurang. Akibatnya, pilihan transportasi umum menjadi sangat terbatas,” ujarnya.

Ia mengakui kehadiran transportasi berbasis aplikasi memberikan kemudahan bagi sebagian masyarakat. Namun, menurutnya, layanan tersebut belum dapat menggantikan fungsi transportasi massal yang harus mampu melayani seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan publik.

Menurut Margiyono, meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi memang mencerminkan membaiknya kemampuan ekonomi masyarakat serta kemudahan memperoleh kendaraan melalui kredit maupun kendaraan bekas. Namun, kondisi itu juga memunculkan persoalan baru berupa berkurangnya daya dukung kota.

“Banyak kendaraan, terutama mobil, tidak memiliki garasi sehingga badan jalan digunakan sebagai tempat parkir. Padahal jalan dibangun untuk memperlancar mobilitas orang dan barang, bukan menjadi area parkir kendaraan pribadi,” katanya.

Ia menilai penggunaan badan jalan sebagai lokasi parkir mengurangi manfaat investasi pemerintah dalam pembangunan infrastruktur sekaligus berpotensi menghilangkan pendapatan daerah apabila tidak diatur melalui pengelolaan parkir yang baik. Karena itu, penerapan regulasi parkir dinilai perlu diperkuat agar fungsi jalan tetap optimal.

Margiyono juga menyoroti pentingnya keberadaan angkutan umum massal untuk mendukung Tarakan sebagai salah satu pusat pendidikan di Kalimantan Utara. Ia mencontohkan ribuan mahasiswa UBT yang setiap hari sebagian besar masih menggunakan sepeda motor menuju kampus.

“Apabila tersedia angkutan umum massal atau bus kampus yang melayani rute dari permukiman menuju kampus, penggunaan kendaraan pribadi dan konsumsi BBM dapat ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Selain menghemat biaya transportasi, keberadaan angkutan massal dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. Di sisi lain, pengelolaan transportasi publik secara profesional juga dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru melalui operasional layanan tersebut.

Ia menegaskan transportasi publik tidak seharusnya dipandang sebagai beban anggaran, melainkan sebagai investasi pelayanan yang mampu memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

“Di tengah upaya pemerintah mencari sumber pendapatan, layanan angkutan umum dapat menjadi pelayanan publik sekaligus membuka peluang pendapatan daerah apabila dikelola secara baik,” ujarnya.

Margiyono menambahkan, kota-kota besar telah menunjukkan bahwa transportasi massal merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Tanpa sistem tersebut, kota berpotensi menghadapi kemacetan, polusi, pemborosan energi, hingga meningkatnya biaya pembangunan infrastruktur.

Karena itu, ia mendorong pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota mulai menyusun strategi untuk menghidupkan kembali sistem angkutan umum massal sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Pengembangan transportasi umum akan meningkatkan efisiensi biaya, mengurangi konsumsi BBM, menekan angka kecelakaan, memperkuat pendapatan daerah, serta mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Previous Post

SINERGI Kaltara Disiapkan, Strategi Hubungkan UMKM ke Rantai Pasok Kawasan Industri Tanah Kuning

Next Post

Dinas ESDM Kaltara Target 2030 Semua Desa Teraliri Listrik

Redaksi

Redaksi

Next Post

Dinas ESDM Kaltara Target 2030 Semua Desa Teraliri Listrik

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ajak Orang Tua Sosialisasikan Dampak Penggunaan Gawai

25 Juli 2023

Akibat Kecanduan Narkoba, IRT Rela Disetubuhi Pengedar

17 November 2021

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

1 Agustus 2023

Niat Cari Rumput, Warga Kelurahan Karang Harapan Temukan Mayat Pria Di sungai

14 Juni 2021

Bantuan Listrik Gratis, Wujud Keadilan Energi di Kaltara

3782

Dapat Perahu Baru, Sanusi Siap Kembali Melaut

3554

Insentif Guru dan Tenaga Kependidikan Disalurkan Bulan Depan

3388

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

3381

Dinas ESDM Kaltara Target 2030 Semua Desa Teraliri Listrik

9 Juli 2026

Akademisi Soroti Hilangnya Angkutan Umum, Dinilai Hambat Efisiensi Ekonomi Daerah

9 Juli 2026

SINERGI Kaltara Disiapkan, Strategi Hubungkan UMKM ke Rantai Pasok Kawasan Industri Tanah Kuning

9 Juli 2026

Disdik Tarakan Perkuat Perlindungan Siswa Lewat Pokja Sekolah Aman dan Nyaman

8 Juli 2026

Recent News

Dinas ESDM Kaltara Target 2030 Semua Desa Teraliri Listrik

9 Juli 2026

Akademisi Soroti Hilangnya Angkutan Umum, Dinilai Hambat Efisiensi Ekonomi Daerah

9 Juli 2026

SINERGI Kaltara Disiapkan, Strategi Hubungkan UMKM ke Rantai Pasok Kawasan Industri Tanah Kuning

9 Juli 2026

Disdik Tarakan Perkuat Perlindungan Siswa Lewat Pokja Sekolah Aman dan Nyaman

8 Juli 2026
HeadlineKU

© 2024 - Headlineku.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • TV Online

No Result
View All Result
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
    • Opini

© 2024 - Headlineku.com