TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Koperasi Kelapa Sawit Rakyat yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kaltara di Hotel Pangeran Khar, Selasa (28/7).
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengapresiasi Apkasindo Kaltara atas pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi agar dikelola secara profesional, modern, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum memperkuat kapasitas koperasi kelapa sawit rakyat sehingga mampu menjadi organisasi yang profesional, modern, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” ujar Zainal.
Zainal mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan Kaltara yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi petani, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta menjadi penghubung kemitraan antara petani, dunia usaha, dan pemerintah.
Namun, ia mengakui masih banyak koperasi yang menghadapi berbagai tantangan, seperti tata kelola organisasi yang belum optimal, administrasi dan legalitas yang belum tertib, pengelolaan keuangan yang belum akuntabel, hingga keterbatasan dalam pengembangan usaha dan pemanfaatan teknologi digital.
Karena itu, Zainal meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan untuk menambah pengetahuan dan menerapkan materi yang diperoleh dalam pengelolaan koperasi di daerah masing-masing.
Ia juga menilai industri kelapa sawit memiliki prospek yang semakin luas. Selain menghasilkan minyak sawit mentah, komoditas ini dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk mendukung program biodiesel B50 serta berbagai kebutuhan pangan, energi, dan industri.
Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya berperan sebagai tempat mengumpulkan dan menjual hasil produksi petani. Koperasi harus mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan kualitas dan produktivitas, membangun kemitraan dengan industri, serta mengembangkan usaha turunan kelapa sawit sesuai potensi yang dimiliki.
“Semoga melalui kegiatan ini lahir koperasi-koperasi kelapa sawit rakyat yang semakin profesional, transparan, mandiri, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kaltara yang berkelanjutan,” tutupnya.













