TARAKAN – SD Negeri 028 Tarakan menggelar seminar peningkatan kompetensi bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan serta kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Seminar yang mengusung tema “Perundungan dan Kekerasan Seksual” itu diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan SDN 028 Tarakan. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai cara mengenali, mencegah, hingga menangani kasus perundungan maupun kekerasan seksual yang berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan.
Kegiatan menghadirkan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), IPTU Arianto, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk perundungan dan kekerasan seksual terhadap anak, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, serta langkah pencegahan dan penanganan sesuai ketentuan hukum.
Menurut Arianto, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menjadi pelindung, pendamping, sekaligus teladan bagi peserta didik.
“Guru dan tenaga kependidikan harus mampu membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani mengambil langkah apabila menemukan tindakan yang mengarah pada perundungan maupun kekerasan seksual,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SDN 028 Tarakan, Nelly Hasni, S.Pd., mengatakan seminar tersebut merupakan salah satu bentuk peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan perlindungan kepada peserta didik.
“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh guru dan staf memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pencegahan perundungan dan kekerasan seksual serta mampu menerapkan langkah-langkah penanganan yang tepat apabila terjadi kasus di lingkungan sekolah,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab secara aktif bersama narasumber. Berbagai persoalan yang berpotensi muncul di lingkungan sekolah dibahas untuk mencari solusi dan strategi penanganan yang tepat.
Melalui seminar ini, SDN 028 Tarakan berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin siap menciptakan budaya sekolah yang positif, inklusif, aman, dan nyaman. Langkah tersebut juga menjadi wujud komitmen sekolah dalam mendukung terwujudnya sekolah ramah anak sekaligus memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh peserta didik.












